< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

134

H a l a m a n

Arti dari manajemen kinerja meliputi : per-

formance management dan managing em-

ployee performance. Selanjutnya definisi

program manajemen kinerja meliputi: (1)

merencanakan, (2) proses manajemen,

dan (3) produktivitas. Manajemen kinerja

meliputi pengelolaan semua elemen proses

organisasi yang mempengaruhi prestasi

meliputi penetapan tujuan, seleksi &

penempatan

pekerja,

penilaian,

kompensasi, pelatihan, dan manajemen

karir.

Ruang Lingkup Program Manajeman

Kinerja terdiri dari beberapa elemen:

 Teknologi (Peralatan, metode kerja)

 Kualitas dari input (termasuk material

 Kualitas lingkup fisik (keselamatan,

kesehatankerja)

 Iklim dan budaya organisasi (termasuk

supervisi dan kepemimpinan

 Sistem kompensasi dan imbalan

Di dalam organisasi penting untuk

menentapkan program manajemen

kinerja, dimana program manajemen

kinerja merupakan sebuah proses.

Program manajemen kinerja pada

dasarnya adalah sebuah proses dalam

manjemen sumber daya manusia. Istilah

“manajemen” dalam program tersebut

mempunyai implikasi bahwa kegiatan

tersebut harus dilaksanakan sebagai

sebuah proses manajemen yang umum

yang dimulai dengan penetapan tujuan

dan sasaran dan diakhiri dengan evaluasi.

Lima garis besar proses manajemen

kinerja meliputi:

Merumuskan tanggung jawab dan tugas

yang harus dicapai oleh seorang

karyawan dan rumusan tesebut

disepakati oleh atasan dan karyawan.

Menyepakati sasaran kerja dalam

bentuk hasil yang harus dicapai oleh

karyawan untuk kurun waktu tertentu.

Melakukan monitoring, melakukan ko-

reksi, memberikan kesempatan dan

bantuan yang diperlukan olehanak

buah.

Menilai prestasi karyawan tersebut den-

gan cara membandingkan prestasi yang

dicapai dengan standar atau tolak ukur

yang telah ditetapkan dalam langkah

yang pertama.

Memberikan umpan balik kepada kary-

awan yang dinilai tentan seluruh asil

penilaian yang dilakukan.

Selanjutnya program manajemen kinerja

memliki tujuan/manfaat antara lain:

Meningkatkan prestasi kerja karyawan

Peningkatan yang terjadi pada prestasi

karyawan

Merangsang minat dalam pengemban-

gan pribadi

Membantu perusahaan untuk dapat

menyusun progam pengembangan dan

pelatihan karyawan yang lebih tepat

guna.

Menyediakan alat atau sarana untk

membandingkan prestasi kerja pegawai

Memberikan kesempatan pada pegawai

untuk mengeluarkan perasaanya

tentang pekerjaan

Sejumlah penyebab umum yang sering

menimbulkan kegagalan dan harus

dihindarkan

dalam menerapkan

manajemen kinerja disebutkan oleh Oliver

(1985) yang dikutif oleh Dessler (2005)

sebagai berikut:

Tidak adanya standar.

Standar yang relevan dan bersifat

subyektif.

Standar yang tidak realistis.

Ukuran prestasi yang tidak tepat

Kesalahan penilai.

Pemberian umpan balik secara buruk.

Komunikasi yang negatif.

Kegagalan untuk memanfaatkan data

hasil penilaian.

Disebutkan oleh Mathis (2005) bahwa sis-

tem manajemen kinerja yang efektif meli-

puti:

Eddy Soeryanto Soegoto