< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9

Page 3 of 9
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

227

H a l a m a n

kerja dalam organisasi untuk melaksana-

Organizational plan-

ning openness

yang terbuka), menggambarkan kejelasan

mengenai kebijakan, perencanaan serta

prosedur pelaksanaan tugas dalam or-

Job standards

kerja), yang mencerminkan tingkat kerja

yang memiliki standar ketat mengenai

kualitas dan akurasi.

Hackman & Oldham (dalam Robbin 2001)

menjelaskan bahwa: “Karakteristik peker-

jaan merupakan aspek internal dari suatu

pekerjaan yang mengacu pada isi dan

kondisi dari pekerjaan”.

Suatu model karakteristik kerja diajukan

oleh Hackman & Oldham (dalam Robbins

2001:447) yang mengidentifikasikan lima

dimensi inti dari karakteristik kerja meli-

skill vari-

etytask identity

task signifi-

canceotonomy

feedback

from job

ini memunculkan motivasi internal akibat

adanya suatu pengalaman dan pengha-

yatan psikologis pekerja setelah melaku-

kan pekerjaannya.

Menurut Maman Kusman (1999:1) men-

yatakan bahwa faktor kepuasan kerja me-

rupakan unsur dari kepuasan kerja yang :

Intrinsic

factor

kerja

pegawai

yang

bersangkutan

Extrinsic factor

Satisfaction

on the work process and outcome

Selanjutnya Robbins (2001:22) berpenda-

“A gen-

eral attitude toward one’s job; the differ-

ence between the amount of rewards

workers receive and the amount they be-

lieve they should receive

Robbins (2001:149) menyatakan bahwa

faktor penting yang mendorong kepuasan

kerja adalah (1) Kerja yang secara mental

menantang, (2) Ganjaran yang pantas, (3)

Kondisi kerja yang mendukug, dan (4)

Rekan kerja yang mendukung. Variabel-

variabel kepuasan kerja yang langsung

pengaruhnya terhadap kepuasan kerja

yaitu : Kompensasi, pekerjaan itu sendiri,

kesempatan

promosi,

kelompok

kerja,serta kondisi kerja.

Penelitian

yang

dilakukan

Ostroff

“The

climate of the organization, job character-

istics and participation in decision making

have relation with satisfaction of employ-

ees”.

ganisasi, karakteristik pekerjaan, dan par-

tisipasi dalam menentukan keputusan

memiliki hubungan yang sangat erat den-

gan kepuasan kerja karyawan.

Hasil penelitian Finlay (1995:430) mem-

buktikan bahwa ada pengaruh antara

variabel organisasi, karakteristik peker-

jaan terhadap kepuasan kerja, sedangkan

umur tidak berpengaruh terhadap kepua-

san kerja.

Alaydroes

(2000:113)

membuktikan

bahwa karakteristik pekerjaan ternyata

memiliki hubungan yang signifikan dengan

iklim organisasi meskipun dalam tingkat

yang rendah, artinya karakteristik peker-

jaan berperan relatif kecil dalam menum-

buhkan iklim organisasi, karena iklim or-

ganisasi dibentuk oleh berbagai aspek.

Rongga et.al (2001:79) membuktikan

existence of relation which are

positive between organizational climate

with job satisfaction of employees

adanya hubungan yang positif antara iklim

organisasi dengan kepuasan kerja kary-

awan. Dalam penelitiannya ia menunju-

kan bahwa kepuasan dalam pekerjaan

timbul dari akibat oleh cara yang ditunju-

kan para manajer dalam memperhatikan

dan meminta pendapat serta keikutser-