< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 11 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

243

H a l a m a n

HC kompetitor dan mencari tahu posisinya.

Kompetitor tidak hanya yang letaknya dekat

dengan HC RSAI namun juga bagi

penyelenggara pelayanan kesehatan yang

mempunyai produk sejenis.

Home care

hanya bisa dilakukan oleh rumah sakit,

namun juga bisa dilaksanakan oleh praktek

perorangan atau kelompok baik itu praktek

dokter atau perawat. Praktek ini bisa

dilakukan dengan syarat sesuai dengan

ketentuan yang berlaku. Sederhananya, jika

ada perawat RS yang dipanggil ke rumah

untuk membantu merawat orang mereka

(perawat/petugas kesehatan RS atau

home care.

Dibandingkan dengan HC RS pesaing, maka

HC RSAI memiliki keunggulan di bidang

product, price, promotion, poeple,

process

kekurangannya

dibandingkan dengan pesaing adalah pada

placeHome care

yang ingin disandang baik di benak

positioning claim

’Pelayanan Home Care yang Islami’.

Penetapan posisi ini sangat tepat karena

posisi yang dibuat harus terbedakan dengan

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Hasil analisis segmen pelanggan HC

RSAI yaitu:

a. Berdasarkan

faktor

demografi:

sebagian besar usia > 60% (70,7%),

berjenis kelamin laki-laki (56%),

pekerjaan sebagai IRT (36,6%),

berpenghasilan >1-2,5 juta (34,1%),

sebagian besar menderita stroke

(34,1%), dan seluruhnya beragama

Islam.

b. Berdasarkan

faktor

geografi:

pelanggan berasal dari Kecamatan

Margacinta (36,6%).

c. Berdasarkan faktor psikografi: asal

tempat perawatan sebagian besar

berasal dari ruangan VIP (29%),

membayar biaya HC sendiri (80%),

persepsi pelanggan mempersepsikan

pelayanan HC baik, perawat ramah,

sopan, dan terampil, informasi yang

diberikan jelas, dan pelayanan HC

sangat bermanfaat.

2. Hasil analisis segmentasi yang dilakukan

pada pasar potensial HC RSAI yaitu:

a. Berdasarkan faktor demografi: usia

sebagian besar (29%) >60 tahun,

berjenis kelamin perempuan (56%),

pendidikan sebagian besar SMA

(34%), pekerjaan sebagian besar IRT

(33%), penghasilan lebih dari 1 juta

(44%),

mayoritas

mengalami

gangguan ortopedi (13%), agama

hampir seluruhnya Islam (99%)

b. Berdasarkan

faktor

geografi:

bertempat tinggal di Kecamatan

Margacinta (20%) dan lain-lain yang

tersebar di Bandung Timur dan

sekitarnya.

c. Berdasarkan faktor psikografi: kelas

perawatan pasien RI didominasi oleh

kelas II (21%), sebagian besar datang

sendiri (76%), biaya ditanggung

sendiri

(58%).

Persepsi

dan

preferensi: perlu pelayanan HC (82%),

dan setuju akan manfaat HC (79%).

d. Pengenalan responden terhadap HC:

sebagian besar responden belum

mengetahui tentang HC (74%),

sisanya mengetahui (26%). Begitu

juga terhadap HC RSAI sebagian

besar

responden

belum

mengetahuinya (78%) dan yang

mengetahui hanya (22%). Bagi

responden yang mengetahui HC RSAI

bersumber dari perawat (27%),

anggota keluarga (23%), dokter

(18%), brosur (9%), dan lain-lain.

Responden yang mengetahui HC RS

lain hanya 13% sisanya tidak

mengetahui (87%).

3. Pemilihan segmen menghasilkan target

pasar yang akan dimasuki: pasien

berusia lansia (>60 tahun) kalangan

menengah

atas,

mengalami

sakit

degeneratif (menahun), beragama Islam,

tinggal di wilayah Bandung Timur yang

menjadi jangkauan HC RSAI, dan

menginginkan perawatan HC yang baik.

4. Hasil penentuan target pasar HC RSAI: