< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 5 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

237

H a l a m a n

perkenalan, dapat diterapkan pemasaran

serba sama. Pada masa pertumbuhan

produk semakin dapat diterima dan

pasar mulai menginginkan variasi pro-

duk, maka dapat diterapkan pemasaran

serba aneka. Pada masa dewasa per-

saingan sudah mencapai titik maksimal

dan seluruh segmen sudah terisi, maka

organisasi mulai mencari segmen-

segmen yang belum dilayani secara mak-

simal oleh pesaing sehingga pemasaran

dapat diterapkan pemasaran terkonsen-

trasi. Pada masa penurunan, organisasi

perlu membatasi investasi, memperkecil

biaya pemasaran serta memusatkan

sumber daya pada produk dan segmen

yang lebih menguntungkan dan pema-

saran terkonsentrasi yang sesuai untuk

diterapkan.

4. Strategi pesaing dan strategi bersaing

organisasi

Untuk memilih strategi mana yang akan

diterapkan oleh organisasi, maka perlu

memperhatikan juga strategi yang

diterapkan oleh pesaing dan strategi

bersaing yang dipilih organisasi. Pilihan

strateginya bisa berhadapan langsung

atau menghindar. Kalau berhadapan

langsung, maka organisasi akan memilih

segmen yang dimasuki oleh pesaing.

Sedangkan kalau menganut strategi

menghindar, maka organisasi memasuki

segmen yang belum dimasuki oleh

pesaing.

Positioning

Penetapan

posisi

adalah

tindakan

merancang tawaran dan citra organisasi

sehingga menempati suatu posisi yang

terbedakan (diantara pesaing) di dalam

benak

pelanggan

sasarannya.

Kotler

memandang posisi sebagai suatu latihan

kreatif yang dilakukan terhadap produk

yang ada. Penetapan posisi dimulai dengan

produk, suatu barang, jasa, organisasi,

lembaga, atau bahkan orang.

Tujuan penetapan posisi adalah untuk

membedakan persepsi organisasi berikut

produk dan jasanya dari pesaing (Lupiyoadi,

2001). Dikatakan pula bahwa penetapan

posisi banyak mengedepankan unsur

komunikasi

dan

merupakan

strategi

komunikasi.

Produk

barang

dikomunikasikan lewat atribut yang dimiliki

barang

tersebut

dan

produk

jasa

dikomunikasikan seputar karakteristik jasa.

Penetapan posisi produk adalah tempat

produk yang berbeda, jelas dan memiliki

nilai lebih secara relatif dibandingkan

dengan produk pesaing di benak konsumen

(Setiadi, 2003). Penetapan posisi bukanlah

hanya menyangkut apa yang dilakukan

terhadap produk tetapi apa yang kita

lakukan terhadap pikiran/benak konsumen

seperti yang diungkapkan oleh Al Ries dan

Trout yang dikutip dari Lupiyoadi (2001).

Strategi ini sangat berhubungan dengan

bagaimana

konsumen

menempatkan

produk organisasi dalam ingatan mereka,

sehingga calon konsumen yang ditargetkan

dan segmen yang dipilih memiliki penilaian

tertentu dan mengidentifikasikan dirinya

dengan produk tersebut.

Organisasi menggunakan berbagai dasar

dalam penetapan posisi, meliputi: atribut,

harga dan kualitas, pemakaian atau

aplikasi, pemakaian produk, kelas produk,

dan pesaing.

Ada beberapa yang harus diperhatikan

berhubungan dengan proses penetapan

posisi (Kasali, 1999):

1.

Penetapan posisi adalah strategi

komunikasi

2.

Bersifat dinamis

3.

Penetapan

posisi

berhubungan

dengan atribut-atribut produk

4.

Atribut produk yang dipilih harus unik

5.

Penetapan posisi harus memberi arti

dan arti ini harus penting bagi

konsumen

6.

Penetapan posisi harus diungkapkan

dalam bentuk suatu pernyataan

III. METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik

dengan menggunakan pendekatan kualitatif