< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 7 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

239

H a l a m a n

tersebut tidak dimengerti dan kurang

berhubungan dengan penelitian maka

pertanyaannya dapat dihilangkan.

Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan

data

kualitatif

dilakukan

dengan cara:

1.

Data yang didapatkan dari informan

berupa

rekaman

suara

yang

(ditambah

dengan

pencatatan

tentang hal-hal penting sewaktu

wawancara), dibuat menjadi tulisan

wawancara.

2.

Hasil

wawancara

mendalam

kemudian direduksi dan dituangkan

ke dalam matriks.

3.

Data-data

yang

mempunyai

kesamaan dikelompokkan.

4.

Selanjutnya data hasil penelitian

diintepretasikan

dan

dilakukan

pembahasan

dengan

cara

membandingkan hasil penelitian

dengan teori yang terdapat pada

tinjauan pustaka.

Analisis data kualitatif dilakukan dengan

menggunakan analisis isi yang sebelumnya

telah dimasukkan ke matriks. Data

dikelompokkan pervariabel untuk kategori

yang sama yang dilengkapi juga dengan

telaah dokumen. Agar terhindar dari bias,

data segera dianalisis setelah selesai

dilakukan wawancara.

Pengolahan dan Analisis Data Kuantitatif

Setelah hasil isian kuesioner dari responden

terkumpul, maka terlebih dahulu dilakukan

pemeriksaan terhadap kelengkapan isian

daftar pertanyaan. Selanjutnya dilakukan

editing yaitu memeriksa cara pengisian se-

suai tidaknya dengan petunjuk dan diper-

hatikan juga konsistensi jawaban. Koding

adalah tahap selanjutnya setelah editing,

yaitu dengan memberi kode-kode terhadap

setiap pilihan jawaban yang gunanya untuk

memudahkan dalam pengolahan data. Sete-

lah itu dilakukan entry data, yaitu dengan

memasukkan jawaban responden yang

sudah berupa kode ke dalam komputer.

Hasil olahan data dari komputer akan mem-

perlihatkan karakteristik responden serta

segmen pasar HC berdasarkan faktor demo-

grafi, geografi, dan psikografi.

Analisis data kuantitatif dilakukan dengan

cara analisis univariat terhadap seluruh va-

riabel untuk melihat distribusi frekwensi dan

deskripsi dari masing-masing variabel, meli-

puti faktor demografi (umur, jenis kelamin,

pendidikan, pekerjaan, penghasilan), geo-

grafi (daerah tempat tinggal), dan psikografi

(persepsi dan preferensi).

IV. HASIL PEMBAHASAN

Analisis Segmen Pelanggan Hc Rsai

Berdasarkan Faktor Demografi : dilihat dari

Umur,

Jenis

Kelamin,

Pekerjaan,

Penghasilan, Agama dan Penyakit yang

Diderita

Sebagian besar umur pelanggan HC RSAI

adalah usia >60 tahun (70,7%). Pasien

lanjut usia (lansia) ini mendominasi pasien

HC pada setiap bulannya. Data ini sesuai

dengan Data proyeksi Lembaga Demografi

Universitas Indonesia menunjukkan bahwa

penduduk lanjut usia (lansia) meningkat

dari 8,4% pada tahun 2010, menjadi 10%

pada tahun 2015, dan 11,4% pada tahun

2020 (

www.bipnewsroom.info

)

Jenis kelamin pelanggan HC RSAI lebih

banyak laki-laki (56%) dibanding perempuan

(44%). Data ini bertentangan dengan fakta

bahwa jumlah laki-laki usia >60 tahun di

kota Bandung lebih sedikit daripada jumlah

perempuan pada usia yang sama (Survei

Sosial Ekonomi Daerah/SSED 2005).

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini

tentang pekerjaan pelanggan HC sebagian

besar adalah IRT (36,6%) dan pensiunan

(26,8%). Dalam penggolongan pekerjaan,

IRT dan pensiunan ini digolongkan sebagai

pekerjaan informal. Oleh karena itu dalam

SSED 2005 tidak terdapat kategori

pekerjaan ini.

Produk yang dibeli konsumen biasanya

dipersepsikan erat hubungannya dengan

penghasilan

yang

didapatkan

orang

tersebut. Pihak RSAI sendiri mempunyai