Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 1 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

157

H a l a m a n

KOMPETENSI DOSEN

TERHADAP STANDARISASI LAYANAN KEPADA MAHASISWA

DESAYU EKA SURYA

Jurusan Ilmu Komunikasi

Universitas Komputer Indonesia

Tulisan ini di batasi pada kompetensi seorang dosen sesuai dengan bidang

keilmuannya yang dilandasi dengan ilmu pengetahuan, pengalaman,

keterampilan, kreatifitas, inisiatif, motivasi sebagai dosen dan budaya kerja

yang positif, yang pada akhirnya memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan

dosen di sebuah perguruan tinggi yang sedang mencari jati diri.

Kompetensi seorang dosen pada akhirnya dapat memberikan pelayanan pada

berbagai pihak yang memerlukannya, terutama kepada para mahasiswa yang

senantiasa berinteraksi pada dirinya. Kompetensi seorang dosen yang mampu

berkarya dan selalu siap untuk menyesuaikan diri terhadap standarisasi

pelayanan yang diperlukan oleh mahasiswa akan mampu memberikan

kontribusi terhadap tercapainya visi dan misi dari sebuah perguruan tinggi Se-

lanjutnya mampu atau tidaknya kompetensi dosen menepiskan ”Krisis Kuali-

tas” yang merupakan problema pendidikan di Indonesia, inilah yang harus kita

jawab dan kita coba bersama!

I. PENDAHULUAN

Sehubungan dengan usaha pemerintah

dalam memperbaiki kinerja perguruan

tinggi di Indonesia, hal-hal yang harus

diperhatikan adalah pengelolaan dan

pengembangan sumber daya yang ada,

hal tersebut ditujukan agar sumber daya

yang tersedia dapat dimanfaatkan secara

efektif dan efisien di segala bidang.

Salah

satu sumber daya yang berada dalam ru-

ang lingkup perguruan tinggi yang harus

dikelola dan dikembangkan secara

berkesinambungan yakni sumber daya

manusia (Dosen), karena “

Dosen” meru-

pakan sumber pengetahuan, keterampi-

lan, dan kemampuan yang terakumulasi

dalam diri anggota organisasi atau pergu-

ruan tinggi” (

www.jakartaconsulting.

com/

ex

2006).

Pada perguruan tinggi perusa-

han/lembaga-lembaga di Indonesia sering

kali kritik dilayangkan kepada bagian

pengelolaan dan

pengembangan DOSEN,

bidang

HUMANIORA