< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 10 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

166

H a l a m a n

masalah akademik, misalnya, mahasiswa

yang bercerita tentang keluarganya yang

broken,

hari-hari tidak menyenagkan dan

sebaginya.

Waktu respon, merupakan ketepatan

waktu yang dibutuhkan pengguna jasa

(dosen) untuk menanggapi, menganalisa,

m e m p e l a j a r i

d a n

m e m a h a m i

permasalahan atau keluhan-keluhan

pengguna jasa (mahasiswa). Termasuk

cepat atau lamanya daya tanggap

penyedia jasa (dosen) dalam memberikan

layanan kepada pengguna jasanya

(mahasiswanya).

Resolusi, bentuk-bentuk solusi atau

pemecahan masalah atas keluhan

mahasiswa, termasuk pemberian tugas,

perbaikan dan sebagainya sesuai dengan

kesepakatan antara penyedia jasa (dosen)

dengan pengguna jasa (Mahasiswa).

Menuliskan deskripsi yang rinci mengenai

jasa-jasa yang ditawarkan oleh penyedia

jasa, membutuhkan pengertian mengenai

apa yang dapat ditawarkan dosen sebagai

penyedia jasa kepada mahasiswa sebagai

pengguna jasa dan memastikan pada

mahasiswa bahwa dosen mengerti apa

yang sesungguhnya mereka butuhkan.

Dosen sebagai Penyedia jasa, hendaklah

service catalog

Jasa) untuk mempermudah apa yang ingin

mereka deskripsikan. Katalog tersebut

harus memuat semua jasa yang

disediakan, termasuk berbagai aplikasi,

infrastruktur dan fungsi bisnis lainnya.

(

w w w . e b i z z a s i a . c o m / 0 2 1 8 -

2004/briefcase,0218,01,htm

,

2006) hal.1

VII. Tinjauan tentang Mahasiswa

Sistem Pendidikan Nasional Indonesia

mempunyai peran utama dalam

m e n g e l o l a

p e n g e m b a n g a n

d a n

pembinaan SDM sebagai kekuatan sentral

dalam proses pembangunan. Secara

umum, pendidikan dapat digambarkan

sebagai kesatuan subsistem-subsistem

dan membentuk satu sistem yang utuh.

Subsistem yang membentuk sistem

pendidikan antara lain: tujuan,

manajemen, struktur, jadwal, materi,

fasilitas, biaya pendidikan, mahasiswa,

dosen dan kendali mutu. Pada tulisan ini

yang penulis angkat adalah dosen dan

mahasiswa sebagai salah satu subsistem

yang membentuk sistem pendidikan di

Indonesia.

Paulina Pannen mengatakan bahwa

Mahasiswa adalah:

”Khalayak yang menjadi peserta dalam

proses pendidikan; anggota masyarakat

yang sedang berusaha mengembangkan

dirinya melalui proses pendidikan.

Sedangkan dosen adalah tenaga pengajar

atau pelaksana yang menggerakkan

sistem pendidikan dan membantu

terciptanya kesempatan belajar untuk

memperlancar proses pendidikan dalam

m e n u n j a n g

t e r c a p a i n y a

t u j u a n

pendidikan.” (Pannnen, 2001, 7 & 21)

Dari defenisi di atas dapat diketahui

bahwa antara mahasiswa & dosen

merupakan 2 subsistem yang sangat

besar pengaruhnya pada pembentukan

sebuah sistem pendidikan.

M a h a s i s w a

h e n d a k l a h

m a m p u

menjelaskan perasaannya kepada dosen.

Bila mahasiswa sudah bebas menjelaskan

perasaan atau masalah yang dihadapinya

selanjutnya tugas dosen membantu

mahasiswa untuk mengklarifikasi

ungkapan perasaan tersebut. Untuk itulah

seorang dosen perlu memiliki kompetensi.

Dalam merefleksikan perasaan atau

masalah mahasiswa, dosen hendaklah

memiliki kemampuan agar mahasiswa

dapat melihat kembali apa yang dilakukan

atau diucapkannya, sebagaimana

dikatakan oleh Carl Rogers, mahasiswa

yang melihat sendiri sikap yang

ditampilkannya, kebingungannya, atau

DESAYU EKA SURYA