< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 3 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

159

H a l a m a n

guruan tinggi dan Mahasiswa tapi bukan

hubungan antara Dosen dengan Maha-

siswa, hal ini menjadi sorotan yang sering-

kali dijadikan sebagai masalah dalam

kehidupan akademik.

Peran dan fungsi penting dari dosen di

setiap perguruan tinggi, sesuai uraian di

atas menuntut suatu kompetensi.

Kompetensi tersebut adalah :

“Ka rak t er is t ik - k a rak t e r is t ik

yang

mendasari individu untuk mencapai

kinerja superior. Kompetensi juga

merupakan pengetahuan, keterampilan,

dan kemampuan yang berhubungan

dengan pekerjaan, serta kemampuan yang

dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan

non rutin”. ,(

www.jakarta

c

com/extra_corner_archive12.shtml, Mei

2006 Hal 2).

Berdasarkan uraian di atas maka yang

menjadi kompetensi dosen dalam tulisan

ini adalah Dosen memliki : ”Kemampuan

komunikasi, kemampuan kepemimpinan,

kemampuan bergaul atau membina relasi,

kepribadian yang utuh atau jujur, dan kaya

ide dan kreatif”. (Rumanti ;2002 dalam

Ardianto :2004).

Kompetensi Dosen di atas, idealnya harus

dimiliki setiap Dosen di Perguruan Tinggi,

karena kompetensi tersebut merupakan

standarisasi kualitas untuk dapat menjadi

seorang dosen atau pendidik yang

berkualitas dan sebagai komunikator yang

baik, t

api pada kenyataannya Dosen pada

lembaga-lembaga Pendidikan relatif masih

rendah tanggung jawabnya terhadap

pewujudan kompetensi pada pelayanan

kepada mahasiswa, hal ini diasumsikan

karena adanya tujuan-tujuan lain yang

dimiliki dosen selain sebagai pengajar, hal

itu karena ”Pola rekruitmen, budaya kerja,

sistem manajemen informasi dan belum

adanya standarisasi layanan serta

pemanfaatan teknologi informasi dan

komunikasi yang baik”.

(

www.lin.go.id/

news.asp?kode=141205mZBT0001

,

2006).

Salah satu penyebab rendahnya kualitas

dosen berdasarkan uraian di atas adalah

belum adanya standarisasi layanan dosen

kepada pihak-pihak yang berhubungan

atau berkepentingan dengan dirinya.

Pihak-pihak tersebut dapat berasal dari

internal maupun eksternal Perguruan

Tinggi, masing-masing pihak akan memiliki

kepentingan dan kebutuhan yang

berbeda-beda menemui dosen tersebut.

Id ealnya

s eora ng

d os en

yang

berkompetensi haruslah memiliki keahlian

dalam mengajar, mendidik, melayani

setiap pihak yang berkepentingan

dengan dirinya terutama mahasiswa.

Hal itu bermanfaat untuk membangun,

mempertahankan, atau meningkatkan

citra dari sebuah Perguruan Tinggi,

sehingga dibutuhkan suatu kesepakatan

antara lembaga dengan dosen yang ada

mengenai kebutuhan pelayanan.

Munculnya citra negatif dari sebuah

lembaga salah satunya dapat disebabkan

karena

gagal

dalam

menepati

kesepakatan mengenai layanan. Hal

tersebut sejalan dengan pendapat Redi

Panuju mengenai faktor-faktor yang dapat

memunculkan citra negatif sebuah

lembaga (perguruan tinggi), seperti :

1. Kegagalan memproduksi barang atau

jasa sesuai standard baku yang telah

ditetapkan.

2. Kegagalan memenuhi janji sesuai

waktu yang ditetapkan.

3. Kegagalan memuaskan pengguna jasa

sesuai pelayanan yang dijanjikan.

4. Kegagalan merespon secara cepat dan

tepat pengaduan pengguna jasa.

5. Adanya skandal yang dilakukan secara

kolektif maupun individu tetapi

management

hukum yang berarti.

6. Skandal tersebut tersiar kepada publik

ekspose

Panuju, 6 :2002)

DESAYU EKA SURYA