< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

160

H a l a m a n

Dengan adanya kesepakatan pelayanan di

perguruan tinggi dalam hal ini Perguruan

Tinggi dan khalayak (mahasiswa) pada

satu sisi diharapkan dapat membatasi

kebutuhan layanan yang tidak henti-

hentinya dari mahasiswa kepada dosen

dan di sisi lain kesepakatan tersebut

diharapkan dapat memuaskan mahasiswa

dalam memenuhi kebutuhannya akan

layanan dari dosen. Kesepakatan itulah

yang tersusun dalam suatu standarisasi

layanan.

Service Level

Agreement

merupakan kesepakatan

antara penyedia jasa (perguruan

tinggi/dosen) dan pengguna jasa

(mahasiswa) mengenai tingkat (mutu)

layanan,

yang mencakup konsep-konsep

seperti aksesibilitas, kehandalan, waktu

respon dan resolusi.

(

www.ebizzasia.

com/0218-2004/briefcase,0218,01,htm

,

8 Mei 2006) hal.1

Di Indonesia, pembentukan standarisasi

layanan kepada publik dewasa ini telah

galakkan dalam

Surat Edaran Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

S E / 1 5 / M . P A N / 9 / 2 0 0 5 ,

t e n t a n g

peningkatan intensitas pengawasan

dalam upaya perbaikan pelayanan publik.

Dalam Surat Edaran tersebut secara garis

besar upaya-upaya dalam peningkatan

pelayanan publik dapat dilakukan dengan

meningkatkan kualitas pelayanan secara

terus

menerus,

menyusun

dan

menetapkan standarisasi pelayanan

,

melibatkan masyarakat yang menjadi

stakeholders

bersangkutan dalam penyusunan,

penerapan, dan pemantauan standar

kinerja, meningkatkan kerjasama dengan

Aparatur Negara, serta meningkatkan

upaya pengawasan dan menindaklanjuti

hasil pengawasan tersebut.

Selain mengacu pada Surat Edaran

Menteri mengenai upaya perbaikan

layanan publik, yakni dengan menyusun

dan menetapkan standarisasi layanan,

Penulis menilai standarisasi layanan

Dosen di Perguruan Tinggi adalah salah

satu variabel yang memerlukan perhatian

dari perguruan tinggi, karena standarisasi

layanan merupakan suatu sarana

komunikasi yang baik bagi Perguruan

Tinggi yang diwakili oleh Dosen kepada

para mahasiswanya dalam menangani

harapan dari masing-masing pihak.

Berdasarkan uraian di atas maka Penulis

menilai bahwa masalah kompetensi dosen

terhadap standarisasi layanan pada

mahasiswa adalah dua variabel yang

saling terkait dan perlu menjadi perhatian

bersama dari berbagai pihak terkait,

khususnya para pimpinan di Perguruan

Tinggi.

II. Kerangka Pemikiran

Managing

Partner The Jakarta Consulting Group

adalah: ”Karakteristik-karakteristik yang

mendasari individu untuk mencapai

kinerja superior. Kompetensi juga

merupakan pengetahuan, ketrampilan,

dan kemampuan yang berhubungan

dengan pekerjaan, serta kemampuan yang

dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan

non rutin”. (www.jakartaconsulting.

com/extra_corner_archive12.shtml, Mei

2006). Hal 2.

Dan definisi dosen yaitu :

“Merupakan sumber pengetahuan,

ketrampilan, dan kemampuan yang

terakumulasi dalam diri anggota

organisasi. Selain itu dosen juga

merupakan sumber keunggulan kompetitif

yang potensial karena kompetensi yang

dimilikinya berupa intelektualitas, sifat,

ketrampilan, karakter personal, serta

proses intelektual dan kognitif”.

DESAYU EKA SURYA