< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 5 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

161

H a l a m a n

(

www.jakarta

c

corner_archive12.shtml, Mei 2006).hal 1.

Model yang di gunakan untuk melihat

kompetensi yang dimiliki oleh dosen,

Organizational”(

www.jakartaconsulting.

com/

2006). Hal 2.

Intinya, Model kompetensi ditekankan

dalam organisasi dengan tipe organisasi

tertentu. Elemen-elemen dari pendekatan

ini mencakup kompetensi individu terkini

dan potensial berkaitan dengan kapasitas

kognitif, memberi nilai tinggi pada

pekerjaan, dan juga mempunyai

kepribadian yang selaras dengan budaya

perguruan tinggi.

Salah satu acuan mengenai standarisasi

layanan yang dapat digunakan adalah

Service Level

Agreement,

tersebut

merupakan ”Kesepakatan antara

penyedia jasa dan pengguna jasa

mengenai tingkat (mutu) layanan,

dengan

konsep-konsep seperti aksesibilitas,

kehandalan, waktu respon dan resolusi”.

(

w w w . e b i z z a s i a . c o m / 0 2 1 8 - 2 0 0 4 /

briefcase,0218,01,htm

,

III. Kerangka Konseptual

Apa yang telah diuraikan sebelumnya,

untuk memberikan suatu pandangan yang

konkrit, penulis mencoba menerapkan

definisi-definisi dan model-model

pendukung yang disajikan di dalam tulisan

ini.

Mengacu dari definisi-definisi mengenai

Kompetensi dan dosen pada sub bab

sebelumnya, maka Kompetensi dosen

oleh Peneliti didefinisikan sebagai

karakteristik-karakteristik yang mendasari

Dosen yang berupa pengetahuan,

ketrampilan, dan kemampuan yang

terakumulasi di dalam dirinya untuk

mencapai kinerja terbaiknya sebagai

seorang Dosen dan komunikator

perguruan tinggi .

Dari model yang disajikan pada tulisan ini

maka elemen-elemen dari pendekatan

tersebut menjadi indikator dari

kompetensi seorang Dosen yang meliputi

: ”Kemampuan komunikasi, kemampuan

manajerial

atau

kepemimpinan,

kemampuan bergaul atau membina relasi,

kepribadian yang utuh atau jujur, serta

kaya ide dan kreatif”.

Kemampuan-kemampuan tersebut saat

ini merupakan syarat mendasar yang

harus dimiliki atau dipenuhi oleh setiap

Dosen, untuk menjadi seorang

Komunikator yang baik (Rumanti :2002

dalam Ardianto ;2004). Kemampuan-

kemampuan tersebut juga masih dijadikan

sebagai syarat atau acuan dasar untuk

kualifikasi profesi seorang Dosen

diperguruan tinggi. (Jefkins dalam Ardianto

;2003 ;159)

Dosen dengan segenap kemampuan yang

dimilikinya (kompetensi Dosen) pada

perguruan tinggi adalah sebagai

pembangun citra positif perguruan tinggi,

karena citra positif hendaklah merupakan

prestasi dan tujuan utama dari seorang

Dosen di perguruan tinggi yang

diwakilinya. Salah satu cara yang dapat di

lakukan Dosen dalam membentuk citra

positif perguruan tinggi yakni dengan

memenuhi kesepakatan mengenai mutu

layanan kepada publik perguruan tinggi

pada umumnya atau mahasiswa

khususnya. Kesepakatan mengenai mutu

l a y a n a n

t e r s e b u t

d a p a t

dirumuskan/ditetapkan melalui suatu

standarisasi layanan.

Bentuk kesepakatan mengenai layanan

Dosen kepada khalayak (mahasiswa)

dapat direalisasikan berupa layanan yang

di berikan dosen kepada Mahasiswanya.

DESAYU EKA SURYA