< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 9 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

165

H a l a m a n

Tidak terlepas dari faktor kejujuran

sebagai landasan utamanya

Membuat publik atau masyarakat

merasa diakui dan dibutuhkan

keberadaannya

Etika sehari-hari dalam berkomunikasi

dan berinteraksi harus tetap dijaga

Menyampaikan informasi-informasi

penting kepada publik atau masyarakat

Menghormati nilai-nilai kemanusiaan

Mampu memberikan keputusan dan

pertimbangan secara arif dan

bijaksana

Mengenal batas-batas yang

berdasarkan pada moralitas dalam

menjalankan profesinya

Penuh dedikasi / pengabdian dalam

profesinya

Mentaati kode etik profesi yang

berlaku. (Ardianto ;2004)

e. Kaya Ide dan Kreatif

Profesi dosen haruslah seseorang yang

penuh dengan gagasan atau ide-ide,

mampu memecahkan problem yang

dihadapi, mampu menyusun rencana

y a n g

o r i s i n a l

d a n

d a p a t

mengembangkan imajinasi untuk

melahirkan kreativitas-kreativitas

kerjanya. Menurut Ardianto “Seorang

yang kaya ide dan kreatif dalam

wawasan seorang dosen harus

memiliki wawasan yang luas,

permasalahan yang rumit apa pun

bentuknya mengetahui benang merah

persoalannya”. (Ardianto :2004).

Sedangkan Kreatifitas dalam wawasan

seorang dosen bisa mencakup

berbagai kegiatan seperti mengelola

berbagai

kegiatan

akademik,

melaksanakan

proses

belajar

mengajar, Melaksanakan penelitian

dan pengabdian masyarakat, Menulis

buku dan sebagainya.. Semua itu

diperlukan pengamatan yang tajam,

persepsi yang baik serta pemikiran

yang orisinal dan perhatian penuh

dalam mencari peluang-peluang.

Semua

harus

d alam

kaitan

komunikasi.

VI.Tinjauan Tentang Standarisasi Layanan

Standarisasi layanan pada penelitian ini

adalah standarisasi layanan yang

ditujukan kepada mahasiswa. Mahasiswa

menurut Paulina Pannen adalah:

”Khalayak yang menjadi peserta dalam

proses pendidikan, anggota masyarakat

yang berusaha mengembangkan dirinya

melalui proses pendidikan pada jalur,

jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

(Pannen, 2001:7)

Service Level

Agreement

merupakan ”Kesepakatan

antara penyedia jasa dan pengguna jasa

mengenai tingkat (mutu) layanan”.

Standarisari pelayanan memiliki konsep-

konsep seperti aksesibilitas, kehandalan,

waktu respon dan resolusi. Secara rinci

akan di jelaskan sebagai berikut.

Aksesibilitas, merupakan lamanya waktu

yang disediakan untuk layanan, yang

ditentukan dalam target-target yang telah

disepakati. Jam aktiviatas dunia

pendidikan normal dari penyedia jasa

(dosen) biasanya dari jam 8 pagi hingga

jam 3 sore, akan lebih sesuai jika

pelayanan yang diberikan dapat

mendukung proses-proses akademik

kepada para mahasiswa, Waktu layanan

juga dapat dilaksanakan diluar jam di atas

selama tersedia waktu yang sama antara

dosen & mahasiswa.

Kehandalan, meliputi hal-hal apa saja

yang dapat disampaikan dan disediakan

dosen kepada para mahasiswa, termasuk

memberikan layanan ekstra jika ada yang

harus dibicarakan di luar dari akademik,

biasanya hal ini sering dihadapi oleh

dosen wali & dosen konseling, dimana

mereka mendengarkan keluhan-keluahan

mahasiswa yang tidak terkait dengan

DESAYU EKA SURYA