< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

205

H a l a m a n

KONSEP TEORI

Fungsi Audit dan Ruang Lingkup

Auditing adalah sebuah profesi yang

dinamis dan akan berkembang dan

menyesuaikan diri dengan kebutuhan

pemakai jasa profesi tersebut. Auditing

memainkan peranan yang sangat penting

dalam bidang usaha, pemerintahan, dan

perekonomian. Ini bisa dilihat dari

semakin banyaknya perusahaan yang go

public yang harus diaudit setiap tahun,

dari sektor publik pemerintah mengelola

dana triliunan rupiah yang harus

dipertanggungjawabkan kepada publik.

Auditing merupakan profesi yang

berlandaskan pada kepercayaan

masyarakat karena itu audit adalah

bagian dari mekanisme pengendalian

dalam masyarakat. Seperti yang

dikemukakan oleh David Flint dalam

Philosophy and Principles of Auditing

(1988, p. 35) sebagai berikut:

Audit is a part of a control mechanism. In

some applications it is part of the

machinery of social control

Dalam ruang lingkup audit David Flint

menyebutkan bahwa objek dari audit

record and account

perusahaan swasta, perusahaan

pemerintah dan berbagai badan sosial

publik lainnya. Lebih jauh dijelaskan

bahwa fungsi audit sekarang bukan hanya

pada data akuntansi tetapi fungsi dari

data aktivitas non financial dan data non

akuntansi semakin diperlukan.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa

fungsi audit adalah sebagai alat kontrol

s os ial

pub lik

t erut am a

dalam

hubungannya dengan kepentingan

masyarakat terhadap badan-badan publik,

sedangkan ruang lingkup dari audit bukan

hanya pada data aktivitas akuntansi dan

finansial tetapi juga pada aktivitas data

non finansial. Demikian juga objek dari

audit bisa perusahaan swasta,

perusahaan pemerintah, dan juga institusi

sosial yang lebih dikenal sebagai yayasan.

Pengertian dan Jenis Audit

Auditing sendiri dapat didefinisikan

sebagai suatu proses dan evaluasi bukti

untuk mencari kesesuaian antara standar

yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh

orang independen. Menurut William C.

Boynton and Walter G. Kell dalam Modern

Auditing (1996, p.4) yang dikutip dari

American Accounting Association (AAA),

bahwa :

Auditing as a systematic proses

of objectively obtaining and evaluating

evidence regarding assertions about

economic and events to ascertain the

degree of correspondence between those

assertions and established criteria and

communicating the results to interested

users

Sedangkan jenis audit masih menurut

Boynton and Kell (p. 5) bisa dibedakan

atas financial audit, compliance audit dan

operational audit. Sedangkan auditor

dibedakan atas independent auditors,

internal auditors, dan goverment auditors

(p. 6-7). Senada dengan pendapat di atas,

Drs. Amin Widjaja Tunggal, Ak. MBA.

Dalam bukunya Audit Manajemen

Kontemporer (1995, hal. 1) Membagi

audit atas tiga yaitu : Pemeriksaan

Keuangan, Pemeriksaan Intern, dan

Pemeriksaan Manajemen. Sedangkan

menurut Mardiasmo dalam bukunya

Akuntansi Sektor Publik (2002, hal. 179)

audit dibedakan atas audit keuangan,

audit kepatuhan dan audit kinerja

(performance audit) dan Performance

audit ini meliputi audit ekonomi, efisiensi

dan efektivitas yang biasa disingkat 3E‟s

audit (economy, efficiency, and

effectiveness audit).