< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 4 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

206

H a l a m a n

Pengertian Manajemen Audit

Manajemen audit dalam aplikasi

praktisnya sering menggunakan istilah

yang berbeda seperti operational audit,

value for money audit, comprehensive

audit, performance audit, dan system

audit. Dari segi pengertian perbedaan

istilah tersebut tidak jelas dan sering

digunakan secara bergantian. Karena dari

segi tujuannya semuanya mengarah pada

kinerja atau performance manajer yang

diukur dari segi efektivitas, efisiensi, dan

ekonomis. Tetapi ada juga yang

membedakan pengertian dari masing-

masing istilah tersebut sebagai berikut :

Menurut kamus Akuntansi karangan

Syahrul, SE dan Muh. Afdi Nizar, SE

(2000), Manajemen Audit adalah :

“ Pengujian dan penilaian efesiensi dan

efektifitas manajemen dalam pelaksanaan

a k t i v i t a s - a k t i v i t a s n y a .

C a k u p a n

pemeriksaan meliputi sifat dan kualitas

keputusan manajemen, hasil operasi yang

telah dicapai dan risiko yang ditanggung”.

Sedangkan pengertian operasional audit

dinyatakan sebagai :

“Suatu penilaian atau evaluasi

terhadap kinerja manajemen dan sesuai

dengan kebijakan dan anggaran. Analisa

organisasi yang dilakukan meliputi

penilaian struktur, kontrol, prosedur, dan

proses. Tujuannya adalah menilai

efektvitas dan efisiensi suatu bagian,

aktivitas, atau operasi suatu badan usaha

d alam

m em enuhi

tujuan -t ujuan

organisasi”.

Masih menurut Kamus Akuntansi,

performance audit (audit kinerja)

didefenisikan sebagai berikut :

“Penilaian tentang bagaimana

suatu aktivitas tertentu melaksanakan

kebijakan dan prosedur perusahaan.

Penilaian tersebut meliputi aktivitas dalam

suatu departemen, bagian, atau wilayah

tertentu. Pemeriksaan kinerja bisa

menjadi suatu kajian/ penilaian tentang

suatu program untuk meamastikan bahwa

program-program tersebut memenuhi

tujuan-tujuannya”.

Menurut Amin Widjaja Tunggal (hal.5),

Manajemen Audit adalah :

“Suatu proses yang sistematis dari

penilaian efektifitas, efesiensi dan

ekonomisasi suatu organisasi yang

dibawah pengendalian manajemen dan

melaporkan kepada orang yang tepat hasil

dari penilaian beserta rekomendasi untuk

perbaikan”.

Sedangkan pengertian manajemen audit,

comprehensive

audit

dari Management, operational, and

comprehensive auditing : Extending

Traditional Boundaries, CA Magazine (Juni

1982, p. 52) dan diterjemahkan sebagai

berikut : pemeriksaan manajemen adalah

sistem penilaian manajemen perusahaan,

apakah sistem tersebut beroperasi secara

efektif dan risiko apa yang mungkin timbul

apabila sistem tersebut tidak beroperasi

secara efisien. Untuk operasional audit

dijelaskan bahwa dalam kerangka yang

sama dengan manajemen audit, kecuali

bahwa operasional audit lebih berlaku

terhadap sistem operasi perusahaan

daripada sistem manajemennya.

Sedangkan comprehensif audit dikatakan

mencakup penilaian manajemen, operasi,

pengendalian finansial dan sistem

akuntansi untuk menentukan apakah

p e n g e n d a l i a n

d a n

m e k a n i s m e

akuntabilitas telah memadai dan dapat

d i p e r t a n g g u n g j a w a b k a n

k e p a d a

pemegang sahamnya. Sedangkan Boynton

and Kell (p.846) mendefenisikan

operasional audit sebagai berikut :

Operational audit has been used in the

past to identify a variety of activities that

include evaluating management ‘s

performance, management’s planning and

quality control system, and specific

operating activities and department

ELY SUHAYATI