< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

207

H a l a m a n

Menurut IIA (International of Institute

Auditors) opersional audit adalah :

is systematic process of evaluating an

organization’s effectiveness, efficiency,

and economy of operation under

management’s control and reporting to

appropriate persons the results of the

evaluation along with recommendations

for improvement

Untuk pembahasan selanjutnya, saya

akan menggunakan istilah performance

audit atau audit kinerja sesuai dengan

judul makalah ini dengan alasan :

Dari pengertian-pengertian di atas

walaupun didefenisikan dengan istilah

yang berbeda-beda tetapi pada tujuannya

adalah selalu mengarah kepada evaluasi

performance manajer (3E).

Istilah-istilah tersebut sering digunakan

bergantian dengan tujuan yang sama yaitu

menggambarkan perbandingan antara

kegiatan manajemen dalam operasional

perusahaannya dan evaluasi operational

dan kembali selalu mengarah ke

performance manajemen.

Khusus dalam bidang pemerintahan audit

hanya diarahkan kepada financial audit

dan performance audit. Ini didukung oleh

Boynton dan Kell (p.852) bahwa jenis dari

“government audits”, pertama adalah

„finacial audit‟ meliputi audit laporan

keuangan dan yang berhubungan dengan

laporan keuangan seperti anggaran,

k e p a t u h a n

p e n g g u n a a n

d a n a ,

pengendalian intern yang bertujuan untuk

m elapork an

dan

mengam ank an

keuangan. Kedua adalah „performance

audit‟ meliputi ekonomi, efisiensi dan

efektifitas yang disebut juga sebagi

program audits karena berhubungan

dengan tujuan yang ingin dicapai,

efektivitas organisasi, program, akctivitas

atau fungsi yang berhubungan dengan

hukum atau peraturan yang dimasukkan

dalam program.

Senada dengan Boynton dan Kell,

Mardiasmo mengemukakan bahwa bukan

hanya financial dan compliance audit yang

perlu dilakukan tetapi juga „performance

audit‟ (audit kinerja) yang dibahasakan

sama dengan operasional audit atau

manajemen audit dan efektivitas audit

disebut juga sebagai „program audit‟

tetapi dimasukkan sebagai bagian dari

performance audit dengan istilah “value

for money” audit.

Tujuan dari performance audit adalah

untuk menjamin pertanggungjawaban

publik oleh lembaga-lembaga pemerintah

sehingga perlu sistem pemeriksaan tidak

hanya yang „conventional‟ audit tetapi juga

3E audit.

Terakhir mengutip dari Philosophy of

Audting (p.12), “Audit is a control

mechanism to monitor conduct and

performance, and to secure or enforce

accountability..... Mackenzie in the

foreword to The Accountability and Audit of

Government make a similar point :

„Without audit, no accountability; without

accountability, no control; and if there is

no control, where is the seat of

power ?‟ (Normanton, 1966, p. vii).

Pelaksana Audit Kinerja

Seperti dijelaskan di atas bahwa audit

kinerja bertujuan untuk mengevaluasi

kinerja, mengidentifikasi kesempatan

u n t u k

p e n i n g k a t a n ,

m e m b u a t

rekomendasi untuk perbaikan atau

tindakan lebih lanjut. Selama ini hasil dari

audit kinerja cenderung diasumsikan

sebagai informasi yang ditujukan kepada

konsumsi pihak intern perusahaan karena

menelaah secara sistematik kegiatan

organisasi dalam hubungannya dengan

tujuan tertentu. Padahal laporan audit

kinerja ini bisa juga digunakan oleh pihak

luar untuk pengambilan keputusan karena

jika mengandalkan laporan keuangan jika

tidak hati-hati bisa menyesatkan.