< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 7 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.6, No. 2

209

H a l a m a n

Karakteristik Audit Kinerja

Menurut Malan yang dikutip dari

Mardiasmo dalam bukunya yang berjudul

Akuntansi Sektor Publik ( 2002 , hal.

179) :

“Audit kinerja adalah suatu proses

sistematis untuk memperoleh dan

mengevaluasi bukti secara objektif, agar

dapat melakukan penilaian secara

independen atas ekonomi dan efesiensi

operasi, efektivitas dalam pencapaian

hasil yang diinginkan dan kepatuhan

terhadap kebijakan, peraturan dan hukum

yang berlaku, menentukan kesesuaian

antara kinerja yang telah dicapai dengan

kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya,

serta mengkomunikasikan hasilnya

kepada pihak-pihak pengguna laporan

tersebut. “ ( 2002 :179).

Lebih jauh audit performance meliputi

audit ekonomi, efisiensi dan efektivitas,

umumnya disebut audit value for money.

Secara umum kinerja organisasi dinilai

baik

jika

organisasi

mampu

melaksanakan tugasnya untuk mencapai

tujuan organisasi sesuai dengan standar

yang telah ditetapkan dan dengan biaya

yang rendah (efisien). Secara konsep

ekonomi efisien, efektivitas dan ekonomis

saling berhubungan dan tidak bisa

diartikan secara terpisah. Dari segi konsep

ekonomis adalah melihat biaya yang

digunakan untuk operasional suatu

organisasi dapat diminimalkan, konsep

efisien dihubungkan dengan output yang

dihasilkan adalah maksimal sesuai

dengan biaya yang tersedia, dari konsep

efektif artinya output yang dihasilkan oleh

organisasi dapat memenuhi kebutuhan

konsumen dengan tepat. Efektivitas selalu

berkaitan dengan aktivitas dalam suatu

organisasi untuk mencapai tujuan

organisasi. Hasil audit kinerja adalah

berupa pendapat auditor tidak hanya

sekedar menyampaikan kesimpulan

berdasarkan prosedur audit yang telah

dilaksanakan tetapi dilengkapi juga

dengan rekomendasi untuk perbaikan

dimasa yang akan datang.

Performance audit atau audit kinerja

dapat digunakan oleh semua jenis

manajemen aktivitas –perencanaan,

pemasaran, produksi, penjualan, riset,

gudang, personalia, dan akuntansi- juga

dapat digunakan untuk semua jenis

program baik komersial maupun non

komersial seperti unit kesehatan,

pendidikan, lingkungan, atau instansi

pemerintahan.

Audit Ekonomi dan Efisiensi

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa

konsep ekonomi berarti biaya yang rendah

dan konsep efisiensi mengacu pada

perbandingan terbaik antara input dan

output. Perbandingan terbaik artinya

dengan output yang maksimal dan input

yang minimal. Menurut Boynton dan Kell

(p. 852) audit ekonomi dan efisiensi

bertujuan untuk : 1) apakah suatu entitas

(organisasi) telah memperoleh, melindungi

dan menggunakan saumber dayanya

seperti karyawan, gedung-ruang, secara

ekonomis dan efisien; 2) penyebab-

penyebab terjadinya inefisiensi dan

inekonomis dalam praktek ; 3) apakah

entitas punya hukum dan peraturan yang

lengkap yang memfokuskan pada

masalah ekonomi dan efisiensi.

Dari ketiga tujuan audit ekonomi dan

efisiensi di atas terutama pada tujuan

yang ke-tiga, ukuran output dan input

harus dispesifikasikan oleh entitas yang

bersangkutan untuk dijadikan standar

dalam mengukur kinerja dari pimpinan

atau manajer. Sehingga dengan standar

tersebut auditor dapat menilai apakah

output yang dihasilkan maksimal atau

input yang digunakan kurang atau

melebihi standar.

Ukuran yang umum dan digunakan

sebagai standar, ialah auditor dapat

membandingkan otuput yang telah dicapai

pada periode bersangkutan dengan : 1)

hukum atau peraturan yang mengatur

ELY SUHAYATI