< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 2 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

4

H a l a m a n

politik,

budaya

dan

pertahanan

keamanan. Sedangkan sebagai unsur

perangsang,

jasa

transportasi

laut

ditujukan untuk membuka keterisoliran

daerah terpencil dan daerah perbatasan

yang belum berkembang serta daerah-

daerah yang belum memiliki sumberdaya

alam yang dapat dikembangkan tetapi

memerlukan

pelayanan

transportasi

secara teratur.

Sejak adanya pengoperasian armada

kapal-kapal perintis, masih banyak wilayah

Indonesia yang tergolong terisolir. Karena

itu, pengoperasian armada transportasi

laut perintis sangat relevan dengan tujuan

pembangunan wilayah. Di Indonesia,

jumlah pelabuhan atau wilayah yang

disinggahi oleh kapal perintis kurang lebih

mencapai 240 daerah. Di KBI, beberapa

daerah sudah ditinggalkan dan digantikan

oleh kapal komersial, yang berarti wilayah

tersebut sudah berkembang. Hal ini

disebabkan oleh letak pusat-pusat wilayah

kegiatan ekonomi yang relatif dekat

dengan wilayah pelabuhan yang disinggahi

oleh armada perintis.

Pada dasarnya tidak seluruh wilayah

yang ada di KTI memiliki produksi

andalan,

baik

produksi

pertanian,

perkebunan, kehutanan, kelautan maupun

pariwisata. Karena itu, tidak semua

daerah terpencil memerlukan sarana

transportasi laut dengan ukuran tertentu

untuk

menghubungkan

pusat

pemerintahan tingkat kabupaten dengan

pusat pemerintahan tingkat desa.

Sementara itu, di KTI terdapat pulau-pulau

kecil yang hanya dapat dihubungkan

dengan kapal-kapal ukuran tertentu.

Tetapi, tidak semua daerah yang

disinggahi mempunyai pelabuhan atau

dermaga yang memadai. Bahkan

beberapa daerah tidak memiliki dermaga.

Tujuan Penelitian

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

mengetahui faktor-faktor utama yang

dipertimbangkan

oleh

pengambil

keputusan dalam menentukan wilayah

yang disinggahi kapal perintis di KTI.

Berdasarkan

uraian

tersebut,

penelitian

ini

mencoba

menjawab

pertanyaan ”faktor-faktor apa saja yang

digunakan untuk menentukan disinggahi

atau tidaknya suatu wilayah di KTI, oleh

armada kapal laut perintis”.

METODOLOGI PENELITIAN

Alur

pikir

pemecahan

masalah

disusun dalam bentuk diagram alur pikir

yang disajikan pada Gambar 1.

Eddy Soeryanto Soegoto

Identifikasi Variabel

Penyusunan Matriks Data Mentah

Transformasi Matriks Data Mentah Menjadi Ma-

triks Data Standar

Perhitungan dan Penyusunan

Matriks Korelasi

Proses Ekstraksi Faktor-faktor Awal

Proses Rotasi Faktor

Perhitungan Skor Faktor

Analisis dan Penarikan Kesimpulan

Gambar 1.

Diagram Alur Pikir Pendekatan

Pemecahan Masalah