< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

5

H a l a m a n

Setiap kotak kegiatan pada gambar

diagram alur pikir pendekatan pemecahan

masalah berisi hal-hal yang akan

dilakukan dan formula-formula yang akan

digunakan dalam proses perhitungan.

Identifikasi Variabel

Pada tahap ini, dilakukan kegiatan

identifikasi variabel apa saja yang

dianggap mempengaruhi penetapan suatu

wilayah di KTI untuk disinggahi atau tidak

oleh armada kapal laut perintis yang

ditinjau dari beberapa aspek, yang

meliputi :

Aspek Kondisi Geografis, dengan

variabel:

X1: kedalaman alur pelayanan

minimal;

X2: kedalaman kolam pela-buhan

minimal;

X3: jarak ibukota kecamatan lokasi

pelabuhan singgah dari ibukota

kabupaten atau kota.

Aspek

potensi

wilayah

atau

karakteristik zona, dengan variabel:

X4: luas wilayah;

X5: jumlah penduduk;

X6: jumlah produksi pertani-an;

X7: jumlah produksi perke-bunan;

X8: jumlah produksi hasil industri;

X9: jumlah produksi hasil laut;

X10: jumlah produksi hasil ternak.

Aspek kinerja operasional kapal

perintis, dengan variabel:

X11: jumlah penumpang kapal

perintis yang naik turun;

X12: jumlah bongkar dan muat

barang.

Aspek

sarana

dan

prasarana

pelabuhan, dengan variabel:

X13: panjang dermaga;

X14: luas gudang yang tersedia

(baik terbuka maupun tertutup).

Penyusunan Matriks Korelasi

Pada tahap ini, dihitung korelasi antar

variabel. Selanjutnya disusun dalam tabel

matriks korelasi.

Ekstraksi Faktor-faktor Awal

Pada tahap ini, data direduksi

sehingga dihasilkan beberapa faktor yang

independen atau saling tidak berkorelasi

antara satu dengan lainnya. Model faktor

yang digunakan yaitu model Analisis

Komponen Utama (AKU). Hasil dari tahap

ini adalah matriks faktor awal yang

terdapat nilai komunalita awal dan faktor

pembebanan.

Rotasi Faktor

Rotasi faktor merupakan konsep

penting dalam analisis faktor. Secara

geometris,

rotasi

bertujuan

untuk

memutar sumbu acuan dari masing-

masing faktor dengan titik pusat (0,0),

sampai dicapai titik tertentu.

Perhitungan Faktor Skor

Setelah faktor atau solusi akhir

diperoleh, maka dihitung koefisien faktor

skor.

HASIL PENELITIAN

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI),

pelayaran

perintis

pada

umumnya

menyinggahi daerah-daerah yang jauh dari

ibukota kabupaten. Data pelabuhan yang

disinggahi kapal laut perintis di KTI

berdasarkan Surat Keputusan Direktur

Jenderal

Perhubungan

Laut

Nomor

AL.59/1/2-96 tentang Jaringa Trayek dan

Kebutuhan Kapal Angkutan Laut Perintis

Tahun anggaran 1996/1997 adalah:

Pelabuhan Pangkalan: Bitung,