< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

8

H a l a m a n

Faktor kelima dibentuk oleh Z07;

Faktor keenam dibentuk oleh Z08.

Pada proses ekstraksi awal ini,

komponen utama kedua atau faktor

kedua dan komponen utama keempat

atau faktor keempat terjadi tumpang

tindih variabel standar pembentuk yaitu

variabel Z12.

Langkah selanjutnya adalah proses

rotasi faktor, yaitu komponen-komponen

utama yang menghasilkan nilai Eigen lebih

besar atau sama dengan satu, dirotasikan

untuk mendapatkan hasil komponen

utama yang tidak saling tumpang tindih

antar variabel pendukungnya. Dari proses

rotasi, diperoleh nilai-nilai seperti pada

Tabel 3.

Dari hasil rotasi komponen ini

diperoleh perubahan variabel-variabel

standar yang mendukung masing-masing

komponen utama atau faktor-faktor.

Variabel-variabel standar pendukung

tiap faktor tersebut adalah sebagai

berikut:

Faktor pertama didukung oleh Z02,

Z10, Z03 dan Z01;

Faktor kedua didukung oleh Z05,

Z06, dan Z09;

Faktor ketiga didukung oelh Z11

dan Z12;

Faktor keempat didukung oleh

Z14, Z13, dan Z04;

Faktor kelima didukung oleh Z08;

Faktor keenam didukung oleh Z07.

Matriks koefisien faktor skor atau

komponen skor adalah matriks yang akan

digunakan sebagai pengali dalam rangka

menghitung besarnya skor tiap komponen

utuk masing-masing unit observasi.

Sehingga, berdasarkan perhitungan ini

akan diperoleh pengelompokan tiap unit

observasi menurut kategori tinggi, sedang,

maupun rendah. Dari hasil program paket

SPSS, juga dihasilkan matriks komponen

skor yang apat dilihat pada Tabel 4.

Selanjutnya, matriks tersebut di atas

digunakan untuk menghitung komponen

skor untuk masing-masing unit observasi

terhadap enam komponen utamanya.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dari hasil proses ekstraksi komponen

utama awal yang dihitung denan

menggunakan program paket SPSS, maka

eigenvalue

dengan 1 (satu) adalah komponen utama

pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima

dan keenam, dengan prosentasi variansi

berturut-turut

sebesar

20,733%;

16,589%; 13,052%; 9,107%; 8,247%; dan

7,701% serta total keseluruhan dari enam

komponen utama tersebut sebesar

75,429% (Tabel 2). Hal ini sejalan dengan

usulan Dillon (1984), bahwa proporsi yang

baik adalah 75% atau lebih.

Hal ini berarti bahwa berdasarkan

data yang dikumpulkan atas objek

observasi sampel mampu menjelaskan

75,429% terhadap kontribusi variable-

variabel yang diamatinya, dan dari 14

(empat belas) variabel yang diamati dapat

disederhanaan (diekstraksi) menjadi 6

faktor utama yang berpengaruh terhadap

pengambilan

keputusan

untuk

menentukan pelabuhan atau wilayah

tersebut dipilih menjadi pelabuhan yang

disinggah oleh armada pelayaran perintis.

Eddy Soeryanto Soegoto

Komponen

Eigenvalue

Total

%Variansi

%Kumulatif

1

2,768

19,769

19,769

2

1,949

13,920

33,690

3

1,748

12,488

46,178

4

1,625

11,605

57,783

5

1,260

8,999

66,782

6

1,211

8,647

75,429

Sumber

Tabel 3.

Total Variansi Ekstraksi Komponen yang

Dirotasi