< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 3 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

115

H a l a m a n

kerja karyawan ?

3. Apakah upaya kerja berpengaruh

terhadap

kualitas

pelayanan

karyawan kepada Wajib Pajak?

4. Apakah kualitas pelayanan karyawan

kepada Wajib Pajak berpengaruh

Tax Evasion

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Pelayanan adalah usaha melayani

kebutuhan orang lain (kamus Besar Bahasa

Indonesia 1995). Pelayanan pada dasarnya

adalah kegiaan yang ditawarkan oleh

organisasi

atau

perorangan

kepada

konsumen yang bersifat tidak berwujud dan

tidak dapat dimiliki.

service quality)

pada dasarnya diukur pelanggan dengan

ukuran yang ditentukan oleh dirinya sesuai

harapan yang diinginkannya. Kualitas

pelayanan selalu dihubungkan dengan

derajat kepuasan yang dirasakan oleh

pelanggan dengan cara membandingkan

antara harapan yang dimiliki oleh

pelanggan dengan kenyataan yang diteri-

ma. Valery A Zeithmal, A Parasuraman dan

Leonard L Berry (1990 : pp.19) Kualitas

pelayanan, sebagaimana yang diterima dan

dirasakan oleh pelanggan, dapat didefinisi-

kan sebagai tingkat pertentangan antara

keinginan atau harapan pelanggan dan per-

sepsi mereka.

Apabila organisasi belum memiliki

standar pelayanan, maka pelayanan disebut

baik, manakala dapat dan mampu

memuaskan pihak yang dilayani, sesuai

dengan harapan pelanggan. Semakin baik

suatu penyedia barang atau jasa mampu

memenuhi harapan dan kebutuhan pelang-

gannya maka akan semakin baik derajat /

tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pe-

langgan dan semakin baik pula nilai kualitas

service quality

penyedia jasa tersebut di mata pelanggann-

ya. Pendapat yang berkaitan Philip Kotler

(2003: pp.61) mengungkapkan kepuasan

adalah perasaan seseorang apakah menye-

nangkan atau mengecewakan yang dipero-

lehnya dengan membandingkan hasil atau

kinerja yang diterima dari suatu produk

pemeriksaan atau keterangan lain, pajak

yang terhutang tidak atau kurang bayar.

Dari

data

tersebut

dapat

diambil

kesimpulan

sementara

bahwa,

ketidakpatuhan

Wajib

Pajak

dalam

pemenuhan kewajiban perpajakannya di

Kantor

Pelayanan

Pajak

Bojonagara,

Karees, Tegallega, Cicadas dan Cimahi

dalam wilayah Bandung masih tinggi.

Penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang

Bayar dari tahun 2003 sampai dengan

2005 masih mendominasi jenis penerbitan

Surat Ketetapan Pajak yang dikeluarkan

oleh

KPP

setelah

dilakukannya

pemeriksaan. Presentase penerbitan SKP

Kurang

Bayar

setelah

dilakukannya

pemeriksaan rata-rata sebesar kurang lebih

58% dari total jumlah Surat Ketetapan

Pajak yang dikeluarkan untuk tahun 2003-

2005 di 5 (lima) KPP Kanwil Jawa Bagian

Barat II.

Menurut Ian Wallschutzky (1993:148)

menyebutkan ada beberapa penyebab

tax evasiontax

avoidance,

tax payer’s perception about,

tax rate, equity or fairness of the tax system,

how wisely government spend taxpayer’s

money, individual basic predisposition to the

State and to the law generally, group

influence on individuals behaviour, tax

administration style, tax practitioners

probability of detection and level of

penalties, andtax payers service.

pada Wajib Pajak seperti disebutkan oleh

Ian Wallschutzky merupakan salah satu hal

penting

dalam

usaha

fiskus

untuk

meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dan

memelihara kepatuhan Wajib Pajak serta

mengurangi tindakan penyelundupan pajak.

Perumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Apakah persepsi karyawan tentang

iklim kerja perusahaan berpengaruh

terhadap upaya kerja karyawan ?

2. Apakah persepsi karyawan tentang

manajemen

yang

mendukung

mempunyai pengaruh terhadap upaya

Siti Kurnia Rahayu