Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 1 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

27

H a l a m a n

PENDUDUK DALAM PEMODELAN SPASIAL

PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN

(STUDI KASUS KABUPATEN BANDUNG)

LIA WARLINA

Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota

Universitas Komputer Indonesia

Land use change could not be avoided due to development for human welfare; how-

ever its change should be monitored to control environmental degradation. Land

use change modeling has been introduced to predict future pattern of change. Con-

version of land use change and its effect at small regional extent (CLUE-S) is one of

the versatile tools that can predict future land use changes. In this study, CLUE-S

was applied in Bandung region. The dependent variable was land use which was

disaggregated into 7 classes (water, forest, others, built area, plantation, dry land,

and rice field). The independent variables were social economic, biophysical, acces-

sibility and climatology aspects. CLUE-S modeling in Bandung region was conducted

with 2 scenarios which were determined by land use history. Population density be-

came a major factor of land use change model; it was showed that this factor influ-

enced all of land use types. The result of the modeling showed that second scenario

would be more optimal than first scenario. Then, second scenario showed that for-

est area would be 11 percent, and the area of rice field would achieve 5 percent of

the area.

Keywords: land use change, land use change modeling, CLUE-S, population density

PENDAHULUAN

Penggunaan

lahan

land

use

menggambarkan sifat biofisik dari lahan

yang merujuk pada fungsi dan tujuan

lahan tersebut digunakan oleh manusia.

Land use

manusia yang secara langsung berkaitan

dengan

lahan

dan

penggunaan

sumberdaya

tanah

ini

memberikan

dampak terhadapnya (Briassoulis 2000).

Secara global, perubahan penggunaan

lahan sudah berada pada level yang

mencemaskan. Demikian pula yang terjadi

di Indonesia, rata-rata luas perubahan

secara total adalah sejuta hektar per

tahun pada tahun 1993 sampai 1997

(BKTRN 2003). Perubahan penggunaan

lahan tidak bisa dihindarkan karena

pembangunan yang dilakukan untuk

kesejahteraan masyarakat. Salah satu

faktor yang penting dalam perubahan

penggunaan lahan adalah kependudukan.

Berbagai kajian dalam perubahan

fungsi penggunaan lahan telah dilakukan.

Penelitian yang menduga secara spasial

perubahan

penggunaan

lahan

di

Indonesia baru beberapa wilayah diliput,

et al

Program

yang

digunakan

dalam

pemodelan perubahan penggunaan lahan

Conversion of

Land Use Change and its Effect

penelitian ini faktor penyebab yang diuji

bidang

REKAYASA