< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 10 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

70

H a l a m a n

Succesive Interval

Rasyid (1994: 131-134). Sedangkan

rancangan uji hipotesis digunakan uji

Path Analysis

digunakan dengan pertimbangan bahwa

pola hubungan antar variabel dalam

penelitian ini adalah korelatif atau

kausalitas, hubungan antar variabel

linearnon

tingkat pengukuran semua variabel adalah

interval

Hasil dan Pembahasan

Sebagaimana disebutkan bahwa

gabungan hipotesis 1 s.d 4 yaitu terdapat

,

pengukuran kinerja, membandingkan dan

melakukan tindakan terhadap perilaku

aparatur pada Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Kota Medan”. Berdasarkan

Path Analysis

(analisis jaur) dimensi penetapan standar

(X

1.1

)

berpengaruh

kepada

perilaku

aparatur (Z) baik secara langsung dan

tidak langsung sebesar 22.8%. Dimensi

pengukuran kinerja (X

1.2

) berpengaruh

kepada perilaku aparatur (Z) baik secara

langsung dan tidak langsung sebesar

7.1%. Dimensi membandingkan (X

13

)

berpengaruh kepada perilaku karyawan

(Z) baik secara langsung dan tidak

langsung

sebesar

1.7%.

Dimensi

melakukan tindakan (X

1.4

) berpengaruh

kepada perilaku karyawan (Z) baik secara

langsung dan tidak langsung sebesar

9.6%. Dengan demikian pengaruh dimensi

-dimensi pengawasan terhadap perilaku

karyawan sebesar 41.2%. Jika diamati

dimensi yang paling besar pengaruhnya

terhadap perilaku karyawan adalah

dimensi penetapan standar.

Lebih jelasnya pengaruh dimensi-

dimensi pengawasan terhadap perilaku

aparatur dapat disajikan pada tabel

berikut

Lebih jelasnya visualisasi pengaruh setiap

dimensi-dimensi pemberdayaan itu sendiri

terhadap perilaku karyawan dapat disaji-

kan pada gambar berikut:

Pembahasan

hasil

penelitian

terhadap 4 (empat) dimensi-dimensi

pengawasan yang mempengaruhi perilaku

aparatur dapat diuraikan sebagai berikut:

1.

Dimensi menetapkan standar dan

metode pengukuran prestasi kerja

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

dimensi menetapkan standar dan metode

pengukuran

prestasi

kerja

dalam

menciptakan perilaku pegawai yang

kondusif kategori cukup dengan skor rata-

rata sebesar 403.6. Sedangkan pengaruh

dimensi menetapkan standar dan metode

pengukuran prestasi kerja terhadap

perilaku karyawan sebesar 0.466.

Monang Sitorus

Tabel 1.

Pengaruh Dimensi-Dimensi Pengawasan terhadap Perilaku Aparatur

Dimensi

Pengawasan

Pengaruh

langsung

Pengaruh Tidak langsung melalui

X1.1

X1.2

X1.3

X1.4

Total

X1.1

21.7%

3.4%

-1.1%

-1.1%

22.8%

X1.2

4.7%

3.4%

-0.4%

-0.5%

7.1%

X1.3

2.3%

-1.1%

-0.4%

0.9%

1.7%

X1.4

10.3%

-1.1%

-0.5%

0.9%

9.6%

Total

41.2%