< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 5 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 1

109

H a l a m a n

pengujian yang tidak merusak.

Uji Lentur Beton

Yang dimaksud dengan kuat lentur

beton adalah nilai tegangan tarik yang

dihasilkan dari momen lentur dibagi dengan

momen penahan penampang benda uji.

Metode

pengujian

kuat

lentur

di

laboratorium dengan menggunakan balok

uji yaitu balok beton yang berpenampang

bujur sangkar dengan panjang total balok

empat kali lebat penampangnya.

Jarak titik belah balok sampai ujung balok

sangat penting untuk menentukan rumus

yang dipakai, yaitu :

a. Jika titik belah balok terletak pada jarak

diantara sepertiga bentang yang

ditengah (daerah A-B), maka modulus

keruntuhan atau tegangan lentur yang

terjadi adalah :

b. Bila keruntuhan terjadi diluar sepertiga

bentang yang di tengah (daerah A-B),

tetapi jarak sisanya tidak lebih dari 5 %

dari jarak 2 tumpuan (30 cm), maka

tegangan lentur dapat dicari dengan

rumus :

Dimana :

a = Jarak rata-rata antara titik terbelahnya

balok ke titik tumpuan terdekat.

Bila keruntuhan terjadi di luar daerah A-B +

(5 % x Jarak dua tumpuan), maka hasil

pengujian tersebut tidak dapat dipakai.

Analisa Hasil Penelitian

Analisa data pada penelitian ini bertu-

juan untuk mencari hubungan diantara pe-

rubah. Perubah yang telah diperoleh dari

penelitian ini adalah, kuat lentur dan umur

perawatan dari ketiga jenis campuran beton

K-300 dengan penambahan kadar tanah

kohesif 0%, 5%, 10% dari berat semen

dalam campuran beton.

Pada analisa ini akan dicari hubungan

antara umur perawatan, kuat lentur pada

masing-masing campuran beton, serta

pengaruh tanah kohesif terhadap kuat

lentur beton.

Hubungan-hubungan ini secara

keseluruhan dimaksudkan untuk melihat

apakah penambahan tanah kohesif pada

beton berpengaruh secara nyata terhadap

sifat dari beton.

Hubungan yang akan dianalisa adalah :

1. Hubungan antara slump dengan kadar

tanah kohesif

2. Hubungan antara kuat lentur dengan

umur perawatan

3. Hubungan antara kuat lentur dengan

kadar tanah kohesif

Analisa Nilai Slump

Sebelum

memulai

pelaksanaan

pekerjaan beton, pada adukan beton

dilakukan terlebih dahulu pengujian slump.

Ini dilakukan untuk menjamin agar nilai air-

semen tetap sesuai rencana. Nilai slump

yang diambil adalah 60-180mm.

Pengujian slump dengan berbagai kadar

tanah kohesif ini dilakukan supaya kita

mengetahui pengaruh nilai slump beton jika

dalam pembikinan di lapangan tercampur

dengan tanah kohesif dan beton, pada

adukan beton dilakukan terlebih dahulu

pengujian slump

.

2

.

.

d

b

L

P

R

Dimana :

R = Kuat Lentur, Kg/cm

2

.

P = Beban yang menyebabkan

terbelahnya balok, Kg.

L = Jarak diantara 2 titik tumpuan, 30

cm.

b = Lebar balok, 8 cm.

d = Tinggi balok, 12 cm.

2

.

.

.

3

d

b

a

P

R

Yatna Supriatna