< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 6 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

154

H a l a m a n

Dari hasil pengujian saat Pmax = 850

kgf dan 1200 kgf menunjukkan bahwa

strain gauge

1

, A

2

,

B

1

, dan B

2

sudah sesuai dengan pre-

analisis, di mana serat atas mengalami

tarik (positif) dan serat bawah mengalami

tekan (negatif). Namun ada kemungkinan

strain

gauge

dan serat bawah meskipun beda tanda

(positif/negatif) seharusnya tetap memiliki

harga mutlak yang sama, karena sumbu

garis netral berada di tengah-tengah

penampang. Untuk pembebanan awal,

perbedaan nilai harga mutlak tidak terli-

hat, tetapi ketika mencapai beban mak-

simum terlihat perbedaan yang cukup sig-

nifikan. Jika dibandingkan dengan pre-

analisis, untuk P = 852 kgf diperoleh per-

bedaan nilai regangan serat atas dan per-

alihan sebesar 4.5% (0.0001975) dan

7.1% (4.76 mm), dan untuk P = 1200 kgf

diperoleh perbedaan nilai regangan serat

atas dan peralihan sebesar 3.44%

(0.0002735) dan 7.26% (6.72 mm).

Perbedaan hasil pengujian dan pre-

analisis dipandang tidak berbeda jauh

karena perbedaan nilainya kecil (<10%)

dan dianggap pengujian lentur dengan

strain gauge

6.

HASIL PENGUJIAN REGANGAN GE-

STRAIN GAUGE

Berikut ini merupakan pembahasan hasil

pengujian regangan geser yang dilakukan

dengan menggunakan 2 jenis pembeba-

nan yang berbeda, yaitu P

max

= 600 kgf

dan 8500 kgf, dengan harapan dapat

mempelajari perilaku regangan geser baja

ketika beban diaplikasikan.

Gambar 6.

Hubungan P - D dan P - ε untuk Pengujian

Lentur untuk P = 850 kgf

Dari hasil pengujian saat Pmax =

850 kgf dan 600 kgf, terlihat bahwa tanda

strain gauge

C

1

, C

2

, D

1

, dan D

2

sudah sesuai dengan

pre-analisis (Gambar 5), di mana C

1

& D

1

mengalami tarik (positif) dan C

2

& D

2

men-

galami tekan (negatif). Asumsi pada pre

strain gauge

1

,

C

2

, D

1

, dan D

2

merupakan regangan

utama, dan pada lokasi tersebut terjadi

geser murni. Namun kenyataan dari pen-

gukuran tidaklah demikian, karena be-

saran regangan yang diperoleh ε

1

≠ - ε

2

(tabel output UTM untuk kolom C

1

& C

2

atau D

1

& D

2

terlihat perbedaannya). Hal

tersebut terjadi karena kemungkinan aku-

strain gauge

kurang cermat, seperti sudut yang diben-

strain gauge

dengan sumbu horisontal/netral benda uji

Grafik Hubungan Beban vs Peralihan Lentur

(Pmax = 850 kg)

200

400

600

800

1000

1200

1400

1

2

3

4

5

6

7

Peralihan,

(mm)

B

eb

an

, P

(k

g

)

Grafik Hubungan Beban vs Regangan Lentur

(Pmax = 850 kg)

200

400

600

800

1000

1200

1400

-300

-200

-100

100

200

300

Regangan,

( x 10

-6

)

B

eba

n,

P

(

kg)

Serat Tertekan

Serat Tertarik

Y. Djoko Setiyarto