< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

159

H a l a m a n

umur atau tidak, produknya bajakan atau

tidak, dan memenuhi standar lainnya atau

tidak.

Jepang sudah menerapkan kebijakan

labelling sebagai kewajiban melaksanakan

etika bisnis. Bagi perusahaan yang lolos

Corporate Social

Responsibility

Di Indonesia kebijakan seperti sertifikasi

halal untuk produk makanan sebagai

tanggung

jawab

sosial

perusahaan

penghasil produk makanan nampaknya

bukan merupakan kewajiban. Hal ini

Corporate

Social Responsibility

maju dibandingkan di Indonesia.

Regulasi perpajakan di negara-negara

maju menguntungkan bagi perusahaan

Corporate Social

Responsibility

Philipina memberikan insentif pajak bagi

perusahaan yang telah melaksanakna

Corporate Social Responsibility.

dimaksudkan

untuk

mendorong

perusahaan

berlomba-lomba

melaksanakan

Corporate

Social

Responsibility

biaya

penerapan

Corporate

Social

Responsibilitynon tax

deductible expenses

III.Corporate

Social Responsibility

Komitmen dibidang pendidikan dilaku-

kan sejalan dengan upaya-upaya Lippo

Bank dalam pemberian dukungan dana

bagi pembangunan prasarana fisik. Sejak

tahun 1989, Lippo Bank telah menjalin

kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indone-

sia dalam bentuk penyediaan fasilitas mini

banking. Lippo Bank juga melengkapi

prasarana ini dengan modul pelajaran dan

praktisi perbankan sebagai tenaga penga-

jar di program D3 perbankan. Fasilitas ini

dilengkapi dengan sistem komputer on-

line berkapasitas tinggi yang memung-

kinkan mahasiswa melakukan simulasi

operasional perbankan. Pada tahun 2006,

program Perbankan UI ini telah mengikut-

sertakan tujuh angkatan. Mahasiswa yang

mengikuti mata kuliah pilihan simulasi

perbankan ini memperoleh 2 SKS. Para

mahasiswa terpilih yang berprestasi dan

diajukan oleh Fakultas memperoleh ke-

sempatan untuk magang dikantor-kantor

cabang Lippo Bank.

Corporate

Social Responsibility

tersebut nampaknya memiliki hubungan

core business

Corporate Social Responsibility

Wibowo

mengungkapkan

banyak

Corporate Social Responsibility

dengan mengadakan kegiatan bakti

social, sunatan missal, atau membantu

korban bencana. Sebenarnya, inti dari

Corporate Social Responsibility

meminimalkan dampak negatif yang

ditimbulkan

oleh

beroperasinya

perusahaan dan memaksimalkan dampak

positifnya. Dengan demikian program

Corporate Social Responsibility

dilakukan didasarkan pada konteks

keberadaannya

dan

dampak

yang

ditimbulkannya.

Corporate Social Responsibility

said

that the Corporate Social Responsibility

means that a corporation should be held

accountable for any of its actions that af-

fect people, their communities and their

environment. It implies that harm to peo-

ple and society should acknowledge and

corrected if at all possible. It may require a

company to forgo some profits it is social

impacts seriously hurt some of its stake-

holders or if its funds can be used to have

a positive social impact.”

Corporate Social Re-

sponsibility (CSR) is mechanisms for or-

ganizations to voluntary integrate social

and environmental concerns into their

operations and their interaction with their

stakeholders, which are over and above

the organization’s legal responsibilities

CRS is about how companies manage the

business processes to produce an overall

http://