< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 4 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

160

H a l a m a n

www.mallenbaker.net/csr/CSRfiles/

definition.html).

CSR is a business approach that creates

long-term shareholder value by embracing

opportunities and managing risks deriving

from economic, environmental and social

http://www.sustainability-

index.com/).

“CSR is achieving commercial success in

ways that honor ethical values and respect

people, communities, and the natural envi-

http://www.bsr.org/

BSRResources/IssueBriefsList.cfm).

Corporate Social Responsibility (CSR) is a

mechanism for organisations to voluntarily

integrate social and environmental con-

cerns into their operations and their inter-

actions with their stakeholders, which are

over and above the organisation’s legal

responsibilities.

CSR has emerged from the concept of

sustainable development.

Sustainability:is “Balancing the tension

between nature’s harmony and the main-

tenance and growth of human life”

Sustainable development:

"Development that meets the needs of the

present without compromising the ability

of future generations to meet their own

needs.“ (The Brundtland Commission,

1987

Untuk mendukung upaya pelaporan sus-

tainibilitas (SR) pada tahun 1997, diben-

tuk sebuah organisasi Global Reporting

Initiative (GRI). GRI mempunyai misi seba-

gai lembaga yang merancang, mengem-

bangkan dan menyebarluaskan pedoman

sustainability reporting

tahun 2000, GRI telah menerbitkan pedo-

man SR. Selanjutnya pedoman tersebut

direvisi pada tahun 2002. Lalu bagaimana

SR menurut pedoman GRI ?

Secara umum, pedoman GRI terdiri dari

empat bagian. Bagian pertama adalah

pengantar. Bagian kedua berisi tentang

penjelasan

mengenai

penggunaan

pedoman GRI. Bagian ketiga tentang

prinsip-prinsip pelaporan. Dan bagian

keempat menjelaskan isi pelaporan SR.

Prinsip-prinsip Pelaporan

Pertama

Kelompok kerangka kerja pelaporan.

Kelompok

pertama

ini

meliputi

transparansi , inklusif dan dapat diaudit

(auditable). Prinsip transparansi dan

inklusif merupakan titik awal dalam

proses pelaporan dan sebagai arah dari

prinsip pelaporan lainnya.

Berdasarkan prinsip transparasi ini,

kredibilitas perusahaan ditentukan oleh

keterbukaan informasi yang disampaikan

perusahaan. Keterbukaan informasi yang

disampaikan dalam SR meliputi proses,

prosedur, dan asumsi yang digunakan

perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan

harus

mengungkapkan

metode

pengumpulan data dan informasi yang

berkaitan dengan audit internal, serta

asumsi ilmiah yang menjadi dasar

penyajian informasi. Prinsip inklusif ini

berarti bahwa pengorganisasian pelaporan

harus secara sistematis melibatkan para

stakeholders untuk membantu fokus

perusahaan

dan

secara

kontinyu

meningkatkan kualitas laporan. Prinsip ini

didasarkan

pada

premis

bahwa

pandangan stakeholders sangat berarti

dalam

pelaporan

SR

dan

harus

diakomodasikan

selama

proses

pembuatan

laporan.

Aspek-aspek

pelaporan yang dapat dikonsultasikan

dengan stakeholders antara lain pemilihan

indikator,

format

pelaporan

dan

pendekatan

yang

diambil

untuk

meningkatkan

kredibilitas

informasi

pelaporan. Selanjutnya, dengan prinsip

dapat diaudit, data dan informasi yang

dilaporkan harus dicatat, dikompilasi,

dianalisa, dan diungkapkan dengan suatu

cara tertentu dimana auditor internal atau

eksternal dapat menguji keandalan data

dan informasi tersebut.

Ely Suhayati