< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 7 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

163

H a l a m a n

kut :

“The total impression an entity makes

on the mind of people”.

3. Paul R. Smith (1995 : 332)

“ Corporate image is the sum of people

perceptions of an organization image

and perceptions are created through

all serce : sight, sound, smell, ttouch,

taste and feeling experienced through

product usage, customer service, the

commercial environment and corpo-

rate communications, it is straightlhy a

result of everything a company does or

does not do”

Dari keempat definisi tersebut diatas

maka dapat disimpulkan :

“Citra perusahaan adalah persepsi seseo-

rang mengenai citra suatu organisasi dan

persepsi-persepsi ini diciptakan melalui

seluruh indra : penglihatan, pendengaran,

penciuman, peraba citra rasa dan

perasaan yang dialami melalui peng-

gunaan produk, pelayanan konsumen,

lingkungan komersil dan komunikasi peru-

sahaan, itu merupakan hasil dari setiap

perusahaan yang dilakukan atau tidak

dilakukan”.

Jenis-jenis Citra

Ketika hal tersebut diimplementasikan,

maka terdapat tiga jenis citra dapat

diidentifikasi, yaitu :

1. Citra perusahaan, yaitu suatu pandan-

gan masyarakat terhadap keseluruhan

perusahaan.

2. Citra produk, yaitu suatu pandangan

masyarakat terhadap suatu produk

atau kategori suatu produk dan

3. Citra merk, yaitu suatu pandangan

masyarakat terhadap merk suatu pro-

duk

Citra perusahaan, ditentukan oleh

berbagai criteria sumber yang dapat men-

ciptakan citra tersebut dapat dikendalikan

oleh perusahaan bukan oleh orang lain.

Pengendali citra perusahaan terdiri atas

etika dan budaya perusahaan, etika para

pegawainya, etika bisnis, etika produk

yang dihasilkan, komunikasi, tenaga pen-

jual, harga pemasok, pelayanan, dan salu-

ran distribusinya. (Barich and Kotler, 1991

dalam Boyle, (1996 : 57).

Sementara itu Gray and Smelzer

(1985 : 75 – 76) dalam Boyle, ( 1996 :

57) menyatakan bahwa ada 5 hal yang

dapat diadopsi oleh perusahaan dalam

rangka membangun citra perusahaan

yaitu :

1. Kesatuan, dinama produk dan perusa-

haan adalah satu kesatuan yang tidak

terpisahkan

2. Dominasi merk, tida ada upaya untuk

membuat hubungan antara produk

dengan perusahaan

3. Dominasi

yang

sama,

dimana

keduanya produk dan perusahaan

sama-sama diketahui oleh pelanggan

dengan baik

4. Dominasi yang digabungkan, dimana

citra perusahaan dan citra produk

sama-sama dimunculkan secara ber-

gantian agar keduanya menjadi suatu

bauran yang saling melengkapi

5. Doninasi perusahaan, citra perusahaan

selalu dikomunikasikan agar tetap ter-

jaga.

Faktor – Faktor Pembentuk Citra

LeBlanc and Nguyen (2001 : 311),

menyatakan bahwa citra organisasi diben-

tuk didalam benak pelanggan melalui

suatu cara dengan memproses informasi

yang diterima tentang budaya, ideology,

reputasi, bisnis yang dijalankan, pelaya-

nan dan komunikasi serta interaksi antara

perusahaan dengan pasar sasaran. Citra

memiliki dua komponen yaitu sebagai

fungsi dan emosi. Komponen yang berkai-

tan dengan fungsi meliputi sarana dan

prasarana yang dapat diukur, sementara

komponen emosional berkaitan dengan

dimensi psikologi yang dapat diwujudkan

dalam bentuk perasaan dan sikap terha-

dap perusahaan. Perasaan yang diperoleh

dari pengalaman individu dengan perusa-

haan, selama mereka berinteraksi. Jadi