< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 3 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

195

H a l a m a n

Badan Pengawas Ketentuan Syariah

Dalam Perbankan Syariah Indonesia

Asas-asas Hukum Islam

1. Asas kobolehan atau mubah

2. Asas kebebasan dan kesukarelaan

3. Asas adil, berimbang dan transparan

4. Asas mendahulukan kewajiban dari

hak

5. Asas tertulis atau diucapkan di

hadapan saksi

III. PEMBAHASAN

Bentuk Kecurangan Pada Lembaga

Keuangan Syariah

Di dalam perkembangan perbankan

syariah, terdapat permasalahan dan

berbagai tantangan. Berikut ini adalah

beberapa kendala yang muncul dalam

perkembangan syariah :

1. Pemahaman masyarakat yang belum

tepat terhadap kegiatan operasional

bank syariah.

Dapat dimaklumi bahwa pemahaman

sebagian besar masyarakat mengenai

sistem dan prinsip perbankan syariah

masih kurang. Oleh karena itu, bentuk

produk dan jasa pelayanan, prinsip-

prinsip dasar hubungan antara bank

dan nasabah, serta cara-cara berusaha

yang halal dalam bank syariah perlu

disosialisasikan lebih luas.

2. Peraturan perbankan yang berlaku

belum sepenuhnya mengakomodasi

bank syariah

Adanya

perbedaan

pelaksanaan

operasional antara bank syariah dan

bank

konvensional,

ketentuan-

ketentuan

perbankan

perlu

disesuaikan.

Ketentuan-ketentuan

tersebut mengatur :

a. Instrumen yang diperlukan untuk

mengatasi masalah likuiditas,

b. Instrumen moneter yang sesuai

dengan prinsip syariah untuk

keperluan pelaksanaan tugas bank

sentral,

c. Standar akuntansi, audit, dan

pelaporan,

d. Ketentuan-ketentuan

yang

mengatur mengenai prinsip kehati-

hatian, dsb.

3. Jaringan kantor bank syariah yang

belum luas

Kurangynya jumlah bank syariah

menghambat

perkembangan

kerjasama

antar

bank

syariah

berkenaan dengan penempatan dana

antar bank dalam hal mengatasi

masalah likuiditas. Jumlah jaringan

kantor

bank

yang

luas

akan

meningkatkan

efisiensi

usaha,

meningkatkan kompetisi ke arah

peningkatan kualitas pelayanan dan

mendorong inovasi produk dan jasa

perbankan syariah.

4. Sumber daya manusia yang memiliki

keahlian dalam bank syariah masih

sedikit.

Dikarenakan sistem syariah masih

belum lama dikembangkan, lembaga-

lembaga akademik dan pelatihan

sangat terbatas, sehingga tenaga

terdidik dan berpengalaman di bidang

syariah baik dari sisi bank pelaksana

maupun dari bank sentral masih

sangat sedikit. Hal ini sangat perlu

karena keberhasilan pengembangan

bank syariah pada level mikro

ditentuan oleh kualitas menejemen

dan tingkat pengetahuaan serta

Pengawasan Ketentuan Syariah

Dalam Perbankan Syariah

Indonesia

Dewan Syariah

Nasional

Dewan Pengawas

Syariah

Direksi Bank Syariah

BANK

INDONESIA