< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 4 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

196

H a l a m a n

keterampilan pengelola bank. Sumber

daya manusia dalam perbankan

syariah harus memahami implementasi

prinsip-prinsi syariah serta mempunyai

komitmen kuat yang konsisten.

5. Kerangka dan perangkat pengaturan

perbankan syariah belum lengkap;

Guna

mendukung

kegiatan

operasional yang sehat, perbankan

syariah membutuhkan kerangka dan

perangkat pengaturan yang sesuai

dengan karakteristik operasionalnya.

Di awal perkembangannya, kegiatan

pengaturan dan pengawasan lembaga

perbankan

syariah

masih

menggunakan kerangka pengaturan

dan pengawasan sistem perbankan

konvensional, walaupun beberapa

instrumen pengaturan telah mulai

dikembangkan seperti perizinan bagi

pendirian

bank

danpembukaan

kantor; instrumen pasar keuangan

antar bank.

6. Institusi pendukung yang belum

lengkap dan efektif;

Institusi pendukung yang lengkap,

efektif, dan efisien berperan penting

untuk

memastikan

stabilitas

pengembangan perbankan syariah

secara keseluruhan.

7. Efisiensi

operasional

perbankan

syariah yang masih belum optimal;

Meskipun secara sistem, perbankan

syariah telah menunjukkan kinerja

keuangan yang lebih baik, sistem

perbankan syariah sementara ini

return

yang lebih rendah kepada nasabah

dibandingkan dengan yang dapat

diberikan

oleh

perbankan

konvensional.

Kendala-kendala diatas apabila

kurang

diperhatikan

akan

memicu

munculnya berbagai kecurangan baik dari

pihak nasabah maupun pihak bank

sendiri. Meskipun hingga saat ini belum

ditemukan adanya kecurangan yang

berarti namun pihak bank berusaha

menerapkan suatu sistem yang baik untuk

menghindari timbulnya kecurangan dalam

bentuk apapun. Berdasarkan hasil survei

terhadap bank syariah yaitu Bank

Muamalat, Bank Mandiri Syariah, Permata

Bank Syariah di jalan Buah Batu Bandung,

tidak ditemukan adanya kecurangan yang

bersifat

fatal.

Adapun

kesalahan-

kesalahan yang terjadi yang melanggar

sistem adalah dari pihak nasabah yang

tidak patuh dalam merahasiakan nomor-

nomor PIN, para karyawan yang salah

memasukan data (kesalahan teknis), serta

pemalsuan data-data oleh nasabah yang

mengajukan pembiayaan.

Kesalahan-kesalahan

tersebut

selama ini dapat diatasi dengan cara

adanya pengawasan baik dari pihak

auditor internal, Dewan Pengawas Syariah

(DPS), dan independen BI yang terdapat di

setiap kantor baik itu pusat atau cabang.

Khusus untuk Bank Muamalat,

pemeriksaan dilakukan setiap hari untuk

menghindari adanya kesalahan teknis,

sedangkan untuk Bank Mandiri Syariah

pemeriksaan dilakukan dalam waktu

setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali dengan

nline.

Adapun contoh penyebab atau

kemungkinan timbulnya penyimpangan

atau kecurangan berdasarkan pendapat

Zainulbahar Noor, seperti yang telah

disinggung di bab I, tentang penerapan

acrrul basic

dan mengarah kepada terjadinya korupsi

disebabkan:

1.

Pempublikasikan neraca dan laba rugi

window

dressing

2.

Menggelembungkan

angka

tingkat

angka melalui pelipatgandaan angka

pendapatan

,

laba

dengan

mengkreditkan pos pendapatan dari

pendebetan pendapatan yang akan

diterima. Cara ini dilakukan dalam

upaya menyakiinkan masyarakat bahwa

bank bersangkutan menguntungkan,

untuk

menarik

masyarakat

lebih

banyak.

3.

acrrual basic

disalah terapkan untuk menyulap bank

yang tadinya merugi menjadi bank yang

accrual

Sri Dewi Anggadini