< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 5 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

197

H a l a m a n

basis

atas aktiva produktif yang akan

mengakibatkan timbulnya perbedaan

jumlah pendapatan yang tercantum

dalam pelaporan keuangan, dalam hal

ini adalah laporan laba rugi dengan

pendapatan yang tercantum dalam

laporan bagi hasil yang dimaksud

dengan pendapatan adalah

pendapatan yang benar-benar secara

cash

Sedangkan pendapatan yang tercantum

dalam laporan laba rugi mencakup baik

cash

diterima oleh bank maupun

pendapatan yang timbul karena adanya

proses akrual.

Dalam hal ini, korupsi yang terjadi

adalah tindakan korupsi dalam pengertian

secara universal yaitu cacat moral dalam

memalsukan angka dalam jumlah yang

sebenarnya. Selanjutnya akan terjadi

pengkorupsian dalam arti pemalsuan

angka-angka neraca dan laba rugi yang

semakin melebar dan membengkak

sehingga terjadinya kebangkrutan bank

tersebut.

Dalam sistem pengendalian Bank

syariah terdapat dua jenis pengendalian,

yaitu:

Self Control

Pengendalian

atas

diri

sendiri

merupakan lapisan pertama dan utama

dalam diri sendiri setiap karyawan Bank

syariah, sehingga peran bagian sumber

daya insani dalam pemilihan karyawan

yang

tepat

merupakan

syarat

mutlakadanya peran lapisan control yang

pertama ini secara optimal.

2. Pengendalian

Menyatu

Built-In

Control

Selain Self Control, karyawan dalam

melaksanakan tugas sehari-hari tidak

terlepas dari prosedur dan aturan main

yang telah ditetapkan. Dalam sistem dan

prosedur yang diciptakan, secara tidak

disadari karyawan, dimasukan unsur-

unsur yang menyatu dengan prosedur

tersebut.

Adapun cara mengantisipasi agar

tidak

timbulnya

kecurangan

dalam

perbankan syariah adalah :

Standard

Operating Procedures

lengkap dan kuat teruji. Dalam sistem

pengendalian kecurangan yang terjadi

dalam perbankan syariah dengan

terdapatnya :

a. Audit Internal

b. Dewan Pengawas Syariah (DPS)

c. Independen Bank Indonesia (BI)

2. Bank-bank syariah harus diwakili oleh

kafah

dalam memahami sistem perbankan

syariah.

3. Sumber Daya Manusia (SDM) yang

terlibat dalam sistem perbankan

syariah harus memiliki sifat amanah.

Dalam hal karyawan yang terdapat

lembaga keuangan syariah pada saat

diterima diadakan semacam training

(pelatihan) yang sangat ketat untuk

menimbulkan

konsistensi

dalam

penerapan

ilmu

syariah

pada

perbankan syariah.

4. Dengan adanya transparansi dari pihak

bank yang bersifat mutlak dan harus

dilakukan. Dimana transparansi ini

harus benar-benar transparan yang

diharapkan semakin meningkatnya

kepercayaan nasabah pada bank

tersebut. Salah satu implementasi

transparansi dalam operasional bank

syariah adalah pembuatan laporan

bagi hasil kepada semua deposan

secara rutin setiap bulan. Dalam

laporan

bagi

hasil

antara

lain

dilaporkan berapa jumlah pendapatan

yang diterima bank dalam satu bulan,

yang akhirnya akan berpengaruh

terhadap beberapa nominal hasil

investasi yang akan diterima deposan.

5. Diadakannya kurikulum baru atau

silabus dalam pengajaran ekonomi dan

perbankan islam mulai dari tingkat

Sekolah Dasar (SD) hingga ke tingkat

perguruan tinggi. Dengan diadakannya

kurikulum

atau

silabus

tentang

perbankan

syariah

dapat

meningkatakn mutu dan kualitas serta