Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 1 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

207

H a l a m a n

BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN ORGANISASI

LITA WULANTIKA, SE., M.Si.

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia

Organisasi mempunyai kepribadian, seperti halnya individu. Kita menye-

but kepribadian tersebut sebagai budaya organisasi. Budaya organisasi adalah

system pengertian yang diterima secara bersama. Karakteristik utamanya

direction

dukungan manajemen, kontrol, identitas, system imbalan, toleransi terhadap

konflik, dan pola-pola komunikasi.

Organisasi mempunyai budaya yang dominan dan sub-sub budaya.

Yang pertama mengutarakan nilai inti yang dirasakan bersama oleh mayoritas

anggota organisasi, meskipun organisasi besar juga mempunyai nilai-nilai tam-

bahan yang diutarakan dalam sub-sub buadaya. Budaya yang kuat adalah bu-

daya dimana niali-nilai dianut dengan kuat, ditata dengan jelas, dan dirasakan

bersama secara luas. Budaya yang kuat meningkatkan konsistensi perilaku.

Oleh karena itu, budaya semacam ini dapat berfungsi sebagai pengganti for-

malisasi.

Budaya-budaya yang kuat menekankan para pekerja agar dapat menye-

suaikan diri dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya-budaya terse-

but, budaya-budaya dengan nilai yang kuat tersebut membatasi ukuran-ukuran

nilai dan gaya yang dapat diterapkan.suatu organisasi memperkerjakan individu

-individu yang beragam karena ingin memiliki kelebihan-kelebihan alternative

yang mereka bawa ke dalam lingkungan kerja, akan tetapi kelebihan-kelebihan

yang beragam ini terserap ke dalam budaya yang lebih kuat karena para pekerja

berupaya untuk menyesuaikan diri dengan budaya yang lebih kuat

Pembentukan budaya memerlukan waktu sehingga apabila sudah ter-

bentuk, budaya tersebut kemudian mengakar kokoh budaya-budaya yang kuat

mampu bertahan terhadap perubahan karena para karyawan yang menganut-

nya sangat memegang nilai-nilai budaya tersebut

Sumber budaya organisasi adalah para pendirinya. Budaya organisasi

dipertahankan melalui proses seleksi dan sosialisasi organisasi serta tindakan

manajemen puncak. Budaya organisasi disebarluaskan melalui cerita, ritual,

symbol material, dan bahasa.

Perbedaan disekitar budaya organisasi menyangkut apakah ia dapat dikelola

atau tidak. Budaya dapat diubah, tetapi tampaknya diperlukan beberapa kondisi

untuk melakukan perubahan tersebut. Pada kondisi yang menguntungkan seka-

lipun para menajer tidak dapat mengharapkan bahwa nilai-nilai budaya yang

baru akan diterima dengan cepat. Perubahan budaya harus dihitung dalam

jangka waktu tahunan, bukan bulanan.

bidang

HUMANIORA