< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

209

H a l a m a n

budaya organisasi adalah nilai dan

keyakinan bersama yang mendasari

identitas organisasi;

Tingkat

organisasional,

budaya

merupakan seperangkat asumsi-

asumsi, keyakinan-keyakinan, nilai-

nilai dan persepsi yang dimiliki

betsama oleh anggota kelompok

daam suatu organisasi, yang

membentuk dan mempengaruhi

sikap, perilaku, serta petunjuk

dalam

membentuk

dan

mempengaruhi

sikap,

perilaku,

serta petunjuk dalam memecahkan

masalah (Gibson, Ivanicevic &

Donelly, 2000) ;

Menurut Fred Luthans (2007)

budaya organisasi adalah tata nilai

& norma yang menuntun perilaku

jajaran organisasi ;

Budaya

organisasi

(Glinow

&

McShane,

2007)

terdiri

dari

nilaidan asumsi bersama di dalam

organisasi;

Taliziduhu

Ndraha

(1997)

mengemukakan bahwa budaya

organisasi sebagai input terdiri dari

pendiri

organisasi,pemilik

organisasi,sumber daya manusia,

pihak yang berkepentingan dan

masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, dapat

dikatakan bahwa budaya merupakan

pengendali sosial dan pengatur

jalannya organisasi atas dasar nilai

dan keyakinan yang dianut bersama,

sehingga

menjadi

norma

kerja

kelompok, dan secara operasional

disebut

budaya

kerja

karena

merupakan pedoman dan arah

perilaku kerja karyawan.

Karakteristik utama yang menjadi

pembeda budaya organisasi:

1.

inisiatif individual

2.

Toleransi terhadap tindakan berisiko

3.

Arah

4.

Integrasi

5.

Dukungan dari manajemen

6.

Kontrol

7.

Identitas

8.

Sistem imbalan

9.

Toleransi terhadap konflik

Pola-pola komunikasi

Kesepuluh karakteristik tersebut

mencakup dimensi struktural maupun

prilaku.kebanyakan, dimensi tersebut

berkaitan

erat

dengan

desain

organisasi.untukmenggambarkannya,

makin rutin teknologi sebuah organisasi

dan makin disentralisasi. Proses

pengambilan keputusanya maka makin

kurang juga inisiatif individual para

pegawainya.demikian pula struktur

fungsional menciptakan budaya yang

mempunyai lebih banyak pola komunikasi

formal dari pada struktural sederhana

atau yang matrik,analisis yang lebih

mendalam akan memperhatikan bahwa

integrasi pada dasarnya adalah sebuah

indikator

tentang

interpendensi

horizontal.maksudnya adalah bahwa

budaya organisasi bukan hanya refleksi

dari sikap para anggota serta

kepribadiannya.sebagian besar budaya

organisasi dapat dilacak langsung pada

variable-variabel yang berhubungan

secara structural.

Dimensi Budaya Organisasi

Banyak pendapat tentang dimensi

budaya sebagai nilai bersaing, yang

dikemukakan oleh para pakar atau ahli,

ataupun praktisi dalam menentukan

indikator yang mempengaruhi keefektifan

organisasi. Umumnya dimensi budaya

merupakan hasil dari penelitian yang

mereka lakukan atau yang mereka

hadirkan

dengan

tetap

mempertimbangkan hasil-hasil riset yang

telah dilakukan oleh

peneliti lain

sebelumnya.

Menurut Stephen P. Robbins

Ada 7 dimensi budaya menurut Robbins,

yaitu sebagai berikut:

Lita Wulantika