< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 9 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

215

H a l a m a n

selalu melalui proses perubahan perilaku

dan awalnya tercipta melalui proses

berpikir

dalam

alam

pikiran,

lalu

dikembangkan dan diwujudkan pada alam

nyata.

Perilaku manusia dan perubahannya

dibentuk oleh perpaduan dari aspek

cognitive

(terkait

dengan

berpikir),

psychomotor

affective

dan dipengaruhi oleh karakteristik dasar

lainnya. Ketiga aspek tersebut sering

dikenal sebagai faktor KSA (Knowledge/

berpikir,

Skill/keterampilan,

Attitude/

sikap). KSA amat dipengaruhi oleh Values

and Beliefs yang telah tertanam pada diri

yang bersangkutan. Dipandang dari

keterampilan berinteraksi, setiap individu/

pekerja atau manusia dapat pula

diklasifikasikan kemampuannya menurut:

Interpersonal Skill; yaitu keterampilan

berinteraksi antar personal

Intra Personal Skill; keterampilan

berinteraksi di dalam diri setiap

manusia yang paling dalam.

Sedangkan peran implementasi adalah

peran yang dimainkan oleh setiap individu

yang berinteraksi dengan individu lainnya

dalam kelompok atau organisasi yang

Lita Wulantika

dapat

mengubah

perilakunya,

dalam

melaksanakan

tujuan

bersama

guna

memaksimumkan kepuasan (produktivitas).

cognitive,

psychomotor, dan affective

internalisasi atau sosialisasi dan telah

terjadi penghayatan yang mendalam bagi

diri dan kepentingan yang bersangkutan, itu

berarti telah terjadi perubahan bersikap,

berpikir dan bertindak. Tentunya perubahan

sikap, perubahan cara berpikir dan

bertindak akan mempengaruhi perubahan

perilaku. Sedangkan perubahan perilaku

akan

mempengaruhi

peningkatan

keefektifan organisasi dan kinerjanya.

Jika terjadi proses pembiasaan bagi para

anggota

organisasi

atas

perubahan

tersebut, itu berarti membentuk suatu

kebiasaan yang diyakini secara luas oleh

para anggota organisasi. Kebiasaan yang

diyakini secara luas dan merasa terikat

kepadanya,sebagai

sumber

kekuatan

penting dan berharga, megakibatkan

terjadinya perubahan dan pembentukan

budaya.

Dengan

demikian

terjadinya

perubahan budaya berarti mempengaruhi

keefektifan organisasi dan kinerjanya untuk

tumbuh dan berkembang seperti terlihat

pada bagan 1.4.

Tumbuh &

Berkembang

Kinerja

Kefektifan

Organisasi

Internalisasi/

sosialisasi

(penghayatan)

Perubahan sikap,

berpikir dan bertindak

(kinerja)

Budaya/

Culture

Solid

Leader

Values

&

Beliefs

Cognitive (TAK BISA DILIHAT)

KNOWLEDGE:BERPIKIR (MENTAL

SKILL) SPT: DAYA INGAT DAN

Affective (TAK BISA DILIHAT)

ATTITUDE: KECENDERUNGAN SPT:

PERCAYA, CURIGA, BURUK SANGKA

Psychomotor (BERTINDAK)

P

er

pa

du

an

ny

a m

em

ebe

ntu

k

be

ha

vi

or

/ p

er

ilaku

Bagan 1.4.Budaya.keefektifan dan kinerja