< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 9 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.7, No. 2

231

H a l a m a n

Eva Ervani

Analisis jangka panjang

Koefisien

Prob

Keterangan

INV Riil

0,705173

0.0172

Signifikan

HC

0,013401

0.0000

Signifikan

FD Riil

0,000194

0.2445

Tidak signifikan

RD Riil

-7165,992

0.0000

Signifikan

X Riil

0,048866

0.4658

Tidak signifikan

Tabel 3. Nilai Koefisien Jangka Panjang

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang

dilakukan dalam penelitian ini, maka

dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.

Dalam periode pengamatan yaitu

tahun 1980.I-2004.IV, variabel investasi

riil berpengaruh secara positif dan

signifikan baik dalam jangka pendek

maupun jangka panjang. Dengan adanya

investasi berupa pembelian barang modal

(mesin-mesin dan peralatan produksi)

untuk mendirikan berbagai jenis industri,

perusahaan,

bangunan

kantor

dan

bangunan-bangunan

lainnya

yang

memungkinkan

perekonomian

akan

menghasilkan lebih banyak barang dan

jasa sehingga hal ini dapat meningkatkan

PDB riil Indonesia dan dengan demikian

akan

berpengaruh

positif

terhadap

pertumbuhan ekonomi.

2.

Human Capital

dalam periode pengamatan diperoleh hasil

bahwa variabel HC berpengaruh secara

positif, signifikan dalam jangka panjang

dan tidak signifikan dalam jangka pendek.

Dengan meningkatnya jumlah HC yang

diimbangi dengan pelatihan-pelatihan

maka akan menjadi HC yang berkualitas

dan mempunyai produktivitas yang tinggi,

sehingga HC tersebut dapat memenuhi

kriteria untuk memasuki dunia kerja dan

dapat mendukung sektor riil sehingga

pada akhirnya PDB riil juga meningkat.

Dengan demikian maka peningkatan HC

akan

berpengaruh

positif

terhadap

pertumbuhan ekonomi.

3.

Untuk variabel tingkat bunga deposito

riil (RD riil), pada periode pengamatan,

variabel ini berpengaruh secara negatif

dan signifikan baik dalam jangka pendek

maupun jangka panjang. Semakin tinggi

tingkat suku bunga deposito riil maka PDB

riil akan semakin menurun, hal ini

dikarenakan pihak ke-3 akan lebih

memilih untuk menyimpan dananya di

bank, sehingga jumlah uang beredar akan

turun, dampak dari kondisi ini adalah

menurunya jumlah transaksi yang pada

akhirnya akan menyebabkan PDB riil juga

turun. Disisi lain, dengan terjadinya

peningkatan

suku

bunga

akan

menyebabkan para investor enggan

melakukan investasi sehingga sektor riil

tidak dapat berjalan dengan optimal yang

pada akhirnya akan menyebabkan PDB riil

menurun. Hal ini pernah terjadi di

Indonesia yaitu pada tahun 1998 dimana

Indonesia sedang dilanda krisis.

Untuk variabel Jumlah Uang Beredar M1

riil (FD riil), diperoleh hasil bahwa variabel

FD riil berpengaruh secara positif tetapi

tidak signifikan baik dalam jangka pendek

maupun dalam jangka panjang.

Sedangkan untuk variabel Ekspor riil,

pada masa pengamatan, variabel ini

berpengaruh secara positif tetapi tidak

signifikan dalam jangka panjang dan

berpengaruh secara negatif tetapi tidak

signifikan dalam jangka pendek. Karena

variabel ekspor riil tidak signifikan maka

selama periode pengamatan, Indonesia

belum dapat dikategorikan sebagai

Export Led

Growth