Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 1 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

91

H a l a m a n

Perkembangan teknologi informasi malhirkan berbagai aktivitas di dunia maya

termasuk transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce). Pada proses

transaksi perdagangan secara elektronik ini sering timbul masalah. Salah satu

cara menyelesaiakan sengketa tersebut adalah dengan cara arbitrase on line.

Namun demikian, tidak semua pelaku bisnis dalam hal ini perdagangan baik

secara tradisional maupun melalui internet mengetahui adanya proses

penyelesaian sengketa secara arbitrase on-line dan ketentuan hukumnya

sehingga proses arbitrase on-line ini tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,

dalam hal ini Undang-Undang APS dan Undang-Undang ITE, Ada beberapa

permasalahan yang muncul antara lain mengenai keabsahan arbitrase on line

tersebut, proses arbitrase on line, serta kendala-kendala dalam melaksanakan

putusan arbitrase on line. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan

arbitrase on line di Indonesia telah sesuai dan tidak bertentangan dengan

peraturan perundang-undangan yang ada, walaupun belum ada aturan

pelaksanaan yang mengatur proses arbitrase on line tersebut. Proses arbitrase

on line dalam menyelesaikan sengketa perdagangan secara elektronik (e-

commerce), dapat dilakukan melalui tahapan : permulaan, pernyataan dan

dokumen tertulis, persidangan, permuayawarahan on line, dan tahap

pengiriman putusan. Sementara itu, kendala dalam melaksanakan putusan

arbitrase on line antara lain : adanya kesulitan dalam mendaftarkan putusan

arbitrase on line kepada pengadilan negeri tempat didaftarkannya putusan

arbitrase tersebut yang dilakukan secara on line pula, mengingat adanya

keterbatasan sarana dan sumber daya manusia di pengadilan negeri

termaksud serta ketentuan administrasi pada pengadilan negeri yang belum

dapat menyesuaikan dengan kondisi putusan arbitrase on line, adanya

kemungkinan diterobosnya sistem pengamanan web tempat penyimpanan

putusan arbitrase on line tersebut oleh hacker sehingga dimungkinkan pula

putusan arbitrase itu diubah sedemikian rupa, apabila salah satu pihak

menolak putusan arbitrase on line sehingga tidak mau melaksanakan isi

putusannya, maka akan sulit pula untuk memberi daya paksa seperti pada

putusan pengadilan biasa, terlebih lagi pada putusan arbitrase on line yang

mana para pihaknya, prosesnya dan putusannya dilakukan secara on line (di

dunia maya).

bidang

HUMANIORA

PENYELESAIAN SENGKETA PERDAGANGAN MELALUI ARBITRASE SECARA ELEKTRONIK

ARBITRASE ON LINE

TANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

HETTY HASSANAH

Program Studi Ilmu Hukum

Universitas Komputer Indonesia