< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 3 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

93

H a l a m a n

Meskipun penggunaan internet dalam

transaksi

perdagangan

menjanjikan

berbagai kemudahan, namun hal ini tidak

Electronic Commerce

suatu sistem yang terbebas dari masalah,

khususnya bagi negara yang belum

Electronic Commerce

Pada praktiknya telah banyak kasus-kasus

yang merugikan konsumen sebagai akibat

dari penggunaan media internet dalam

transaksi perdagangan ini

3

. Kasus tersebut

misalnya adanya tindakan wanprestasi dari

pelaku usaha terhadap konsumennya

dalam suatu transaksi jual beli melalui

internet, dalam hal ini konsumen telah

melakukan pembayaran melalui fasilitas

internet banking

namun pelaku usaha tidak mengirimkan

barang yang telah dibeli konsumen atau

pelaku usaha keliru dalam mengirimkan

barang tersebut, sehingga hal ini merugikan

konsumen.

Saat ini di Indonesia telah ada Undang-

Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang

Informasi

Dan

Transaksi

Elektronik

(selanjutnya disebut Undang-Undang ITE).

Pada Undang-Undang ITE tersebut telah ada

pengaturan mengenai transaksi elektronik

termasuk perdagangan melalui internet.

Apabila permasalahan yang terjadi dalam

transaksi

perdagangan

baik

secara

langsung maupun melalui media elektronik

tersebut

tidak

segera

memperoleh

penyelesaian

yang

memadai,

maka

dikhawatirkan

akan

mengurangi

kepercayaan masyarakat dan menghambat

pertumbuhan ekonomi. Salah satu upaya

yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan

masalah-masalah tersebut yaitu dengan

mempergunakann mekanisme penyelesaian

sengketa secara alternatif yang efektif,

efisien, disertai biaya murah. Adanya

perkembangan

yang

memungkinkan

(e

-commerce)

penyelesaian sengketa secara elektronik

pula.

4

Salah

satu

mekanisme

penyelesaian

sengketa secara alternatif ini antara lain

melalui cara arbitrase. Arbitrase yang

dilakukan dalam hal ini dapat berupa

arbitrase secara langsung atau arbitrase

on line

penyelesaian sengketa dalam transaksi

e-commerce)

akan lebih efektif apabila dilakukan melalui

on-line)

transaksi

elektronik,

penggunaan

mekanisme

alternatif

penyelesaian

sengketa dalam hal ini melalui arbitrase

arbitrase on line

efektif,

efisien,

serta

biaya

murah,

merupakan hal yang sangat penting bagi

terciptanya kepercayaan para pihak dalam

transaksi tersebut.

on-line

dilakukan pada tahun 1995 dengan

didirikannya Virtual Magistrate pada

Villanova Center for Law & Technology, yang

bertujuan menjadi penyedia jasa

penyelesaian sengketa khusus untuk

on-line,

kasus pertama yang ditangani terjadi pada

tahun 1996, dalam hal ini seseorang telah

mengajukan gugatan karena telah

menerima iklan-iklan yang tidak diminta

e-mail

on-line

(AOL)

5

. Saat ini proses penyelesaian

sengketa arbitrase dapat dilakukan melalui

perantara Badan Arbitrase Nasional

Indonesia (BANI) atau lembaga arbitrase

lainnya baik di Indonesia maupun di luar

negeri dengan prosedur serta peraturan

yang telah ditetapkan. Sementara itu,

penyelesaian sengketa perdagangan secara

e-commerce)

on-line

Badan Arbitrase nasional Indonesia (BANI)

Hetty Hasanah

———————————————————————————————

3

M. Arsyad Sanusi, Transaksi Bisnis dalam Electronic

Jurnal Hukum,

—————————————————————————————

4

Arbitrase On Line

batan, Jakarta, 2004, hlm.9

5

Ibid., hlm.9