< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 5 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

95

H a l a m a n

adanya proses penyelesaian sengketa

on-line

dengan ketentuan hukum yang berkaitan

on-line

pelaku bisnis memahaminya, sehingga

on-

dengan ketentuan yang ada, dalam hal ini

Undang-Undang APS dan Undang-Undang

ITE, misalnya saja dalam proses arbitrase

on-line

on-

on-line

ditemukan pemecahannya.

KERANGKA PEMIKIRAN

Adanya internet menyebabkan batas

antar negara menjadi tanpa batas atau

borderless.

Pada

perkembangannya

internet tidak hanya dijadikan sebagai

sarana untuk melakukan korespondensi

saja tetapi juga digunakan sebagai media

untuk melakukan perdagangan atau dikenal

e-commerce

studi

WTO,

dalam

suatu

transaksi

perdagangan

secara

elektronik

ada

searching, ordering

and payment stagedelivery stage

Produk yang ditransaksikan dapat berupa

barang ataupun jasa. Sementara itu produk

barang dibagi menjadi barang yang dapat

filedirect

e-commerce

indirect e-

commerce

Berkembangnya dunia perdagangan di

Indonesia

menyebabkan

timbulnya

sengketa-sengketa

dalam

dunia

perdagangan tersebut. Upaya penyelesaian

sengketa perdagangan termaksud dapat

ditempuh dengan beberapa cara yaitu

secara litigasi dan non litigasi. Penyelesaian

sengketa secara litigasi berarti penyelesaian

sengketa yang ditempuh melalui pengadilan

dengan memperhatikan hukum acara yang

berlaku, sedangkan penyelesaian sengketa

secara non litigasi merupakan penyelesaian

sengketa

secara

alternatif

artinya

penyelesaian sengketa itu dilakukan di luar

pengadilan, antara lain dapat dilakukan

dengan cara negosiasi, mediasi, konsiliasi

atau arbitrase yang dapat ditempuh melalui

perantaraan lembaga arbitrase seperti

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)

atau lembaga arbitrase lainnya.

Sementara

itu,

banyak

pihak

yang

melakukan

kegiatan

perdagangan

menggunakan

kecanggihan

teknologi

informasi antara lain melalui internet.

Transaksi perdagangan seperti itu dikenal

Electronic Commerce (E-

Commerce)

para pihak yang melakukan transaksi

perdagangan itu tidak dilakukan dengan

berhadapan secara langsung dan masing-

masing pihak berada ditempat yang saling

berjauhan, tetapi tetap dapat melakukan

kegiatan bisnisnya, dengan memanfaatkan

kemajuan teknologi informasi dalam hal ini

sistem internet.

(E-

Commerce)

bisnis dengan data teknis yang terasosiasi

yang dilakukan secara atau dengan

menggunakan

media

elektronik

8

.

Sementara itu, menurut Komisi Hukum

Perdagangan Internasional Perserikatan

E-Commerce

perdagangan yang dilakukan dengan

data message

medianya

9

. Sementara itu, menurut Pasal 2

data

message

dikirim, diterima atau disimpan dengan

peralatan-peralatan elektronik, optik atau

semacamnya, termasuk tapi tidak terbatas

EDI/

Electronic Data Interchange), E-mail

telegram, teleks dan telekopi.

Setiap transaksi yang dilakukan termasuk

transaksi perdagangan secara elektronik

harus tetap memenuhi syarat sahnya

perjanjian sebagaimana termuat dalam

Hetty Hasanah

——————————————————————

8

E-Commerc, Hukum dan Solusinya

PT.Mizan Grafika Sarana, Bandung, 2001,hlm. 14.

9

Ibid, hlm. 16