< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 4 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

14

H a l a m a n

2. Sedikitnya informasi mengenai produk,

3. Membutuhkan perencanaan dan pen-

dokumentasian prosedur pengambilan

sampel, dan

4. Tidak adanya jaminan mengenai se-

jumlah produk tertentu yang akan

memenuhi spesifikasi.

Acceptance Sampling

proses pembuatan keputusan yang

berdasarkan pada unit-unit sampel dari

sejumlah

produk

yang

dihasilkan

perusahaan atau yang dikirim oleh

Acceptance Sampling

dilakukan untuk data atribut dan data

Acceptance Sampling

atribut

dilakukan

apabila

inspeksi

mengklasifikasikan produk sebagi produk

yang baik dan produk yang cacat tanpa

ada pengklasifikasian tingkat kesalahan

atau cacat produk tersebut. Dalam

Acceptance Sampling

karakteristik kualitas ditunjukkan dalam

setiap sampel. Oleh karenanya, dalam

Acceptance Sampling

dilakukan pula perhitungan rata-rata

sampel dan penyimpangan atau deviasi

standar sampel tersebut. Apabila rata-rata

sampel

berada

diluar

jangkauan

penerimaan, maka produk tersebut akan

ditolak.

Selain terbagi untuk data atribut

Acceptance Sampling

juga mencakup pengambilan sampel atau

inspeksi

dengan

mengadakan

pengembalian

dan

perbaikan

dan

pengambilan sampel atau inspeksi tanpa

mengadakan

pengembalian

dan

perbaikan. Hal ini dilakukan selama

inspeksi,

dan

pengembalian

serta

perbaikan yang dilakukan juga juga

membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Klasifikasi

lain

dalam

Acceptance

Sampling

sampelnya, yaitu sampel tunggal, sampel

ganda, dan sampel banyak. Prosedur

pengambilan sampel pasti merupakan

sampel tunggal. Pengambilan sampel

ganda berarti apabila sampel yang diambil

tidak cukup memberikan informasi, maka

diambil lagi sampel yang lain. Pada

pengambilan sampel banyak, tambahan

sampel dilakukan setelah sampel kedua.

Penarikan sampel Penerimaan

Pemeriksaan

penerimaan

merupakan bagian yang diperlukan dalam

proses pembuatan dan boleh juga

diterapkan terhadap bahan-bahan yang

masuk, produk setengah jadi pada

berbagai tahapan menengah pada proses

pembuatan, serta terhadap produk jadi.

Pemeriksaan penerimaan boleh juga

dilaksanakan oleh para pembeli produk-

produk

jadi.

Pemasok

supplier

diisyaratkan untuk melakukan semua

pemeriksaan penarikan sampel dan

menyediakan bukti statistic pengendalian

lot

yang

dikirimkan.

Bukti

ini

dapat

mengambil bentuk bagan kendali hasil,

hasil pemeriksaan, dan indeks mutu.

Kebanyakan

pemeriksaan

penerimaan

ini

dilakukan

melalui

penarikan sampel. Seringkali pemeriksaan

100% menjadi tidak praktis atau tidak

ekonomis. Lagipula, mutu produk yang

diterima boleh jadi sebenarnya akan lebih

baik bila dihasilkan melalui prosedur

penarikan sampel penerimaan statistik

modern daripada melalui pemeriksaan

100%. Pemeriksaan sampel mempunyai

sejumlah

keuntungan

psikologis

dibandingkan dengan pemeriksaan 100%.

Kelelahan pemeriksaan pada pekerjaan

yang berulang-ulang dapat merupakan

penghalang untuk pemeriksaan 100%

yang baik. Sudah umum diketahui bahwa

kebanyakan tipe pemeriksaan, bahkan

beberapa pemeriksaan 100% tidak akan

menghilangkan semua produk yang tak

sesuai dari suatu arus produk dimana

sebagian daripadanya tidak sesuai dengan

spesifikasi. Perlindungan terbaik terhadap

penerimaan produk yang tak sesuai ini

tentu saja, dengan membuat produk yang

baik.

Sering

kali

prosedur-prosedur

penarikan sampel penerimaan yang baik

dapat juga mendukung tujuan ini melalui

Julian Robecca