< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

15

H a l a m a n

tekanan yang lebih efektif terhadap

peningkatan mutu dari pada yang dapat

dihasilkan melalui pemeriksaan 100%.

Beberapa skema penarikan sampel juga

merupakan dasar yang lebih baik untuk

pendiagnosisan gangguan mutu daripada

yang umum

dengan pemeriksaan 100%.

Perlu diketahui bahwa walaupun

prosedur-prosedur

penarikan

sampel

penerimaan modern secara umum lebih

unggul

daripada

metode-metode

penarikan sampel tradisional yang dibuat

tanpa mengacu pada hukum probabilitas

(peluang).

Setiap

orang

yang

menggunakan prosedur penarikan sampel

penerimaan haruslah menyadari bahwa

setiap kali suatu bagian dari arus produk

yang diserahkan ke bagian penerimaan

tidak sesuai dengan spesifikasi, beberapa

butir yang tak

sesuai kemungkinan akan terlewatkan

oleh skema penarikan sampel penerimaan

apa pun. Pendekatan statistik terhadap

penarikan sampel penerimaan juga

menghadapi kenyataan ini. Pendekatan ini

berusaha untuk mengevaluasi risiko yang

berasal dari berbagai prosedur penarikan

sampel dan untuk membuat keputusan

sampai tingkat proteksi yang diperlukan

untuk situasi tertentu. Kemudian akan

terbuka kemungkinan untuk memilih

suatu

skema

penarikan

sampel

penerimaan dengan tingkat proteksi yang

diinginkan dan dengan menyertakan

pertimbangan tentang beraneka ragamnya

biaya yang terlibat.

Single

SamplingDouble

Sampling

Gambaran

mengenai

sampel

tunggal adalah: ambil sampel, jika nilai

cacat berada pada batas penolakan maka

keputusannya ditolak, Tapi jika tidak ada

yang cacat atau sampel yang diperiksa

berada pada batas nilai penerimaan maka

keputusannya diterima.

Gambaran mengenai sampel ganda

adalah :

Ambil sampel yang pertama. Apabila

keputusan jelas, diterima atau ditolak

maka

proses

pengambilan

dan

pengujian sampel berhenti.

Apabila tidak jelas keputusannya atau

tidak ada dibatas nilai penerimaan

maupun penolakan, maka diambil

sampel yang kedua tanpa ada

pengembalian atau perbaikan dari

sampel pertama.

Pemilihan Rencana Penarikan Sampel

untuk

Meminimalkan

Rata-rata

Pemeriksaan Total

Masalah tentang pemeriksaan

lot

yang ditolak yang harus dirinci (yaitu,

diperiksa 100%). Pada gilirannya, hal ini

tergantung pada tingkat mutu produk yang

diserahkan. Dalam menganalisis dan

mengevaluasi berbagai rencana penarikan

sampel, lebih mudah bila masalah ini

ditetapkan dalam Rata-rata Pemeriksaan

Average Total Inspection

Rata-rata Bagian yang Diperiksa [AFI

Average Fraction Inspected

rencana penarikan sampel tunggal, ATI

dan AFI didapat dari:

nP

a

+ NP

a

n+N – nP

a

).....(1)

AFI = ATI/N ………..……………………......……(2)

P

a

.p( N-1)/N…...

Max

Keterangan :

n = Sampel yang diambil dalam

pemeriksaan

P

a

lot

p = Proporsi Kesalahan

Untuk rencana penarikan sampel rangkap

dua, rumus ATI (Rata-rata Pemeriksaan

Total) adalah:

n

1

P

a

n

1

n

1

+ n

2

P

a

n

2

NP

a

)

atau

n

1

P

a

+ n

2

P

a

n

2

NP

a

Julian Robecca