< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

16

H a l a m a n

P

a

Pan

1

Pan

2

) …...………….…..………(6)

AFI = ATI/N …..……………………………………(7)

p

a

I (N- n

1

)+ p

a

II (N-n

1

-n

2

)]/N……..

Max

Keterangan :

P

a

n

1

= sampel pertama

n

2

= sampel kedua

lot

p

a

I = Probabilitas penerimaan pertama

p

a

II = Probabilitas penerimaan kedua

Average Total Inspection

adalah rata-rata pemeriksaan total yang

menunjukkan rata-rata jumlah sampel

yang

diinspeksi

setiap

unit

yang

dihasilkan. Apabila produk yang dihasilkan

tidak ditemukan adanya kesalahan atau

ketidaksesuaian, maka produk tersebut

akan diterima melalui rencana sampel

yang dipilih dan hanya sebanyak n unit

yang akan diinspeksi. Di sisi lain, apabila

dari produk yang dihasilkan memiliki 100

persen

produk

yang

mengalami

ketidaksesuaian, banyaknya unit yang

diinspeksi akan sebanyak N unit, dengan

asumsi

produk

yang

mengalami

ketidaksesuaian atau kesalahan tersebut

disaring.

Average Fraction Inspected

adalah rata-rata bagian yang diperiksa,

dimana nilai AFI didapat dari rata-rata

pemeriksaan total dibagi dengan ukuran

lot,

analisis

untuk

meralat

pola-pola

pemeriksaan.

AOQ

rata dari suatu departemen inspeksi.

Disini sampel yang diambil harus

dikembalikan

untuk

mendapatkan

perbaikan bila produk tersebut ternyata

rusak atau cacat atau adanya kesalahan.

AOQ

output

adalah banyaknya unit yang dihasilkan

dan n sebagai unit sampel yang

diinspeksi. Sementara p adalah bagian

Pa

merupakan

probabilitas

penerimaan

produk tersebut,

AOQLAverage Outgoing Quality

Level

keluaran. Suatu perkiraan hubungan yang

berada diantara bagian kesalahan pada

incoming

qualityincoming quality

outgoing quality

incoming quality

outgoing quality

baik (dengan asumsi tidak ada kesalahan

dalam inspeksi). Hal ini disebabkan

perencanaan sampel akan menyebabkan

semua produk ditolak dan diuji secara

incoming

quality

outgoing quality

Prosedur penggantian pemeriksaan

c. Normal ke Ketat

Ketika pemeriksaan normal berlaku,

pemeriksaan ketat akan diadakan bila

lotbatch

telah

ditolak

pada

pemeriksaan

normal.

b. Ketat ke Normal

Ketika pemeriksaan ketat berlaku,

perpindahan pemeriksaan ketat ke

normal akan terjadi atau dilakukan bila

lotbatch

telah dipertimbangkan dapat diterima

pada pemeriksaan awal.

c. Normal ke Longgar

Ketika pemeriksaan normal berlaku,

pemeriksaan longgar akan diadakan

penyediaan dimana seluruh kondisi

berikut dipenuhi :

lotbatch

berada pada pemeriksaan normal,

dan tidak ada satupun yang ditolak

pada pemeriksaan awal.

2. Jumlah

angka

yang

cacat

lot

batch

dengan atau kurang dari jumlah

yang dapat dipakai. Jika jumlah dua

atau

banyak

sampling

yang

digunakan, seluruh pemeriksaan

sampel harus termasuk, bukan

hanya sampel yang pertama saja.

Julian Robecca