< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 7 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

17

H a l a m a n

3. Produksi berada pada angka yang

tetap (stabil)

4. Pemeriksaan

longgar

yang

dipertimbangkan dapat dilakukan

bila

memang

benar-benar

dikehendaki atau diperlukan.

d. Longgar ke Normal

Perpindahan dari pemeriksaan longgar

ke pemeriksaan normal akan terjadi

apabila :

1. Suatu lot ditolak

2. Suatu lot yang diperiksa, walaupun

diterima melalui prosedur, tetapi

meragukan

3. Produksi tidak kontinyu (terputus-

putus)

4. Dirasakan

bahwa

perpindahan

tersebut dikehendaki

Dalam

standar

ABC,

AQL

Acceptable Quality Level

sebagai berikut: “AQL adalah maksimum

persen yang cacat (jumlah maksimum

kecacatan per seratus unit) yang untuk

keperluan pemeriksaan penarikan sampel,

dapat dianggap memadai sebagai rata-

rata proses”.

Dengan penambahan acuan terhadap

kecacatan per seratus unit, ini akan

konsisten dengan definisi yang diberikan

Army Ordnance

pada tahun 1942. Juga identik dengan

definisi yang digunakan dalam standar

American Society for Quality Control

tetapi, ada juga definisi-definisi AQL

JAN_STD_105

mendefinisikan AQL sebagai berikut:

lot

pemeriksaan

sedemikan

sehingga

rencana

penarikan

sampel

akan

lot

pemeriksaan yang diserahkan yang

mengandung persentase butir yang cacat

itu”.

MIL_STD_105 A dan 105 B berisi

definisi sebagai berikut: “Taraf Mutu

Dapat Diterima (AQL) adalah nilai nominal

yang dinyatakan dalam persen yang cacat

atau kecacatan perseratus unit yang

manapun

dapat

diterapkan,

yang

ditetapkan untuk sekelompok kecacatan

tertentu dari satu produk”. Definisi yang

serupa tetapi sedikit berbeda muncul

dalam MIL_STD_105 C. Definisi asli, yang

dipakai kembali untuk standar ABC, lebih

unggul karena menjelaskan dengan

sangat baik apa implikasinya bila suatu

nilai AQL dipilih untuk setiap sistem AQL.

Perhitungan Rata-rata Proses

Sebagian besar sistem AQL

memerlukan dugaan formal rata-rata

proses yang terakhir (kebanyakan berasal

lot

terakhir) untuk mengarahkan keputusan-

keputusan mengenai peralihan ke dan

dari pemeriksaan yang diperketat, normal,

dan

longgar.

Standar

ABC

telah

menyederhanakan

aturan-aturan

administratif

mengenai

pergeseran-

pergeseran

tersebut

dan

tidak

mengharuskan untuk menghitung dugaan

rata-rata proses. Sekalipun demikian,

merupakan ide yang baik untuk meminta

penghitungan rata-rata proses pada

selang teratur. Diinginkan agar baik

produsen maupun konsumen mengetahui

apakah mutu berada pada rata-rata lebih

baik atau lebih buruk daripada AQL dan

mengetahui apakah mutu nampaknya

membaik atau memburuk. Rata-rata

proses yang dihitung dari sederetan

sampel tertentu hanyalah merupakan

jumlah keseluruhan unit yang cacat yang

ditemukan

dibagi

dengan

jumlah

keseluruhan unit yang diperiksa. Jika

digunakan penarikan sampel tunggal

sudah

menjadi

kebiasaan

untuk

memeriksa seluruh sampel dalam semua

kasus

walaupun

terkadang

dapat

ditemukan cukup banyak cacat yang

lot

sebelum semua unit sampel diperiksa.

lot-lot

ditolak tidak akan mendapat kesempatan

untuk disertakan dalam perhitungan rata-

rata proses.

Dalam penarikan sampel rangkap

dua, telah menjadi kebiasaan untuk

Julian Robecca