Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 1 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

25

H a l a m a n

Leleh badan merupakan kehancuran tekan pada badan balok baja WF,

yang disebabkan adanya aplikasi gaya tekan melalui sayap atas atau bawah.

Menurut AISC-LRFD 2005, beban terpusat interior yang dapat menyebabkan

leleh badan diasumsikan terdistribusi di bawah pelat landasan dengan

kemiringan 1 : 2.5, dan besar beban terpusat interior tersebut diperhitungkan

dengan R

n

= ( 5 k + N ) F

y

t

w

. Jika dimensi pelat landasan dinyatakan sebagai N

(panjang) dan B (lebar), maka lebar pelat landasan tidak akan memberikan

kontribusi terhadap besar R

n

(kekuatan leleh badan) tersebut. Studi numerik

berikut ini akan mempelajari sejauh mana pengaruh penambahan dimensi

pelat landasan terutama penambahan lebar B, terhadap peningkatan kekuatan

web yielding, dan seberapa besar asumsi kemiringan distribusi beban dapat

lebih diperbesar lagi. Studi numerik dilakukan dengan menggunakan software

Finite Element Analysis (FEA), yang memodelkan baja WF400x200x8x13 berikut

pelat landasannya sebagai elemen 3D solid. Hasil prediksi FEA menunjukkan

bahwa penambahan lebar pelat landasan (B) tidak memberikan peningkatan

kekuatan web yielding secara signifikan, dan kemiringan distribusi beban yang

diperbesar hingga 1 : 3 diprediksi masih konservatif.

KATA KUNCI: leleh badan, pelat landasan, kemiringan distribusi beban

bidang

REKAYASA

STUDI NUMERIK : PENGARUH DIMENSI PELAT LANDASAN

WEB YIELDING

1

Y. DJOKO SETIYARTO

Jurusan Teknik Sipil - Universitas Komputer Indonesia

Jl. Dipatiukur No. 112 ā€“ 116 Bandung

ail:

setiyarto@telkom.net

PENDAHULUAN

Aplikasi beban terpusat terhadap balok baja

WF kadang-kadang diperlukan karena

adanya

tuntutan

desain

arsitektural.

Sebagai contoh kolom yang dipasang tidak

kontinu dalam 1 garis vertikal, sehingga

sistem struktur tersebut memerlukan

adanya balok baja dengan ketinggian balok,

ā€˜dā€™ yang relatif besar agar dapat menerima

beban dari kolom yang demikian besar pula

deep beam

bertulang). Hubungan antara kolom dan

balok baja WF tersebut, memerlukan

adanya pelat landasan yang berfungsi untuk

menyebarkan tegangan tekan dari kolom

(beban terpusat) ke bagian sayap (flange)

dan badan (web) dari balok baja WF.

Menurut AISC ā€“ LRFD 2005, sebagai

dampak adanya aplikasi beban terpusat

beserta pelat landasannya, perlu dilakukan

peninjauan terhadap kekuatan balok WF

penopangnya, yaitu dua kemungkinan

terjadinya leleh dan ketidakstabilan pada

web

yieldingweb crippling

Leleh badan (web yielding) merupakan

1

Dipresentasikan dalam Seminar Bidang Kajian 2, Program Doktor Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan,

Bandung, 27 Juni 2008