< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 10 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

34

H a l a m a n

bahwa kelelehan untuk setiap model uji

terjadi pada penampang badan selebar t

w

,

dimana kedua sisi pelat badan memberikan

besaran tegangan efektif yang sama. Ben-

tuk kelelehan yang terjadi pada badan balok

dari model uji berbeda dengan bentuk

kelelehan yang diasumsikan dalam AISC-

LRFD 2005. Jika AISC-LRFD 2005 menga-

sumsikan bahwa beban terdistribusi dengan

kemiringan 1 : 2.5 sehingga menyebabkan

web yielding

w

, maka bentuk kelelehan yang dihasil-

kan FEA untuk keseluruhan model uji

memiliki bentuk yang tidak teratur dan

cenderung memiliki luasan kritis yang relatif

lebih luas. Hal tersebut dapat dilihat pada

Gambar 10, 11, dan 12, di mana luas kritis

web yielding

selalu lebih kecil atau berada dalam daerah

tegangan efektif yang nilainya menyamai

atau lebih besar dari tegangan leleh. Dalam

hal ini dapat dikatakan pula bahwa metode

desain AISC-LRFD 2005 untuk kekuatan

web yielding

web yielding

selalu lebih besar daripada asumsi AISC-

LRFD 2005, maka akan dicoba analisis ke-

web yielding

gunakan prediksi kemiringan distribusi be-

ban sebesar 1 : 3. Apabila ditinjau analisis

web yielding

gan prediksi kemiringan 1 : 3 tersebut,

maka luas kritis menjadi {2 (3k) + N}t

w

atau

{(6k) + N}t

w

, yang perubahan hasil perhitun-

gannya dapat dilihat dalam Tabel 8.

web yielding

dengan prediksi kemiringan 1 : 3 tersebut

Y. Djoko Setyarto

Dimensi N = 150 mm

100000

200000

300000

400000

500000

600000

700000

1

2

3

4

5

6

Peralihan Arah Z (mm)

K

u

at

L

el

eh

B

ad

an

, R

n

(N

)

B = 65 mm

B = 100 mm

B = 150 mm

190000

200000

210000

0.60

0.65

0.70

Gambar 9.

Hubungan Lendutan vs Rn, untuk N = 150

mm dan B Bervariasi

N = 65 mm

N = 100 mm

Gambar 10.

Distribusi Tegangan Efektif FEA,

B = 200 mm