< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 7 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

31

H a l a m a n

dasarkan pengaruh keenam jenis tegangan

tersebut, yang dinyatakan dengan tegangan

efektif seperti persamaan 10 (ADINA,

2001), yaitu

Sesuai dengan teori von Misses, leleh ber-

awal ketika tegangan efektif di suatu titik

melebihi batas tegangan leleh uniaksial

tarik (σ

Y

), atau dapat dinyatakan dengan

pertidaksamaan berikut (Cook 1999)

Jika dalam model ditetapkan σ

Y

= 240 MPa,

maka node-node elemen yang memiliki nilai

tegangan efektif yang sama atau melebihi

240 MPa dapat dinyatakan telah men-

galami kelelehan. Sehingga dalam analisis

web yielding

meninjau lokasi-lokasi di bawah pelat lan-

dasan yang telah memiliki nilai tegangan

efektif lebih besar atau sama dengani 240

MPa.

ANALISIS KEKUATAN BALOK DENGAN

METODE AISC-LRFD 2005

Umumnya desain balok lebih banyak diten-

tukan oleh kekuatan lentur, kemudian dicek

terhadap geser. Namun untuk balok dengan

bentang pendek biasanya keruntuhan geser

lebih menentukan. Pada balok WF

400x200x8x13 yang memiliki bentang 2 m

dan dibebani beban terpusat pada tengah

bentang, memiliki kekuatan lentur ultimit

dan kekuatan geser ultimit sebesar 617.3

kN dan 592.84 kN. Sehingga keruntuhan

geser lebih menentukan untuk balok WF

400x200x8x13 sepanjang 2 m yang men-

galami gaya terpusat.

web yielding

menggunakan metode AISC-LRFD 2005

pada Tabel 2 (nilai dimensi N bervariasi),

maka terlihat bahwa semakin besar nilai N,

beban ultimit Rn yang dapat menyebabkan

web yielding

Tabel 2 tersebut menunjukkan bahwa

keruntuhan yang terjadi pada balok WF

400x200x8x13 sepanjang 2 m lebih diten-

web yielding

landasan dengan panjang N yang relatif

membesar (misal N = 200 mm), maka ke-

kuatan leleh badan balok akan meningkat

(Rn = 662.4 kN) dan keruntuhan balok

berubah menjadi ditentukan oleh kekuatan

lentur. Nilai q

u

pada Tabel 2 merupakan

pressure

dasan, yaitu nilai Rn dibagi dengan luas pe-

lat landasan. Semakin luas permukaan pe-

lat landasan maka nilai q

u

akan semakin

kecil.

web yield-

ing

pada Tabel 3 dan Tabel 4 (nilai dimensi B

Y. Djoko Setyarto

 

2

2

2

2

2

2

6

2

1

zx

yz

xy

x

z

z

y

y

x

e

s

s

s

s

s

s

s

(10)

Gambar 6.

Informasi Konvergensi Telah Tercapai

Leleh terjad bila

Tabel 2.

Web Yielding

variasi dan B = 200 mm (AISC-LRFD

(11)

1

Y

e

s

s

No

5k+N

(mm)

B

(mm)

N/d

R

n

(N)

q

u

(MPa)

1

210

200

0.163

403200

31.0

2

245

200

0.250

470400

23.5

3

295

200

0.375

566400

18.9