< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 9 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

33

H a l a m a n

Tabel 7.

Web Yielding

gan nilai N = 150 mm dan B Bervariasi

Perubahan dimensi pelat landasan untuk

nilai N atau B yang bervariasi juga akan

memberikan pengaruh terhadap perubahan

web yielding

terjadi pada balok WF model uji. Pada Gam-

bar 7, 8 dan 9 menunjukkan bahwa dalam

kondisi elastis, semakin membesarnya nilai

dimensi N dan B, atau semakin luasnya pe-

lat landasan akan memperkecil lendutan

yang terjadi. Sebagai contoh dengan beban

Rn yang sama misal 200 kN, baik untuk N

maupun B yang semakin membesar

menghasilkan nilai lendutan yang makin

kecil. Hal ini terlihat pada Gambar 7, 8 dan

9 yang skalanya diperbesar dalam kotak

bergaris putus-putus.

Sedangkan dalam kondisi plastis atau ul-

timit, Gambar 7, 8 dan 9 menunjukkan

bahwa pelat landasan dengan dimensi ter-

web

yielding

web yielding

lebih utama disebabkan oleh penambahan

nilai N, karena terlihat peningkatan nilai Rn

secara signifikan terjadi pada Gambar 7.

Penambahan atau pengurangan nilai B

pada Gambar 8 dan 9, hanya memberikan

pengaruh yang kecil terhadap terhadap pe-

web yielding

Sesuai definisi kelelehan Von Misses pada

Persamaan 11, maka dengan melihat distri-

busi tegangan efektif dari hasil FEA dapat

web yielding

pelat landasan. Hasil FEA menunjukkan

Y. Djoko Setyarto

Tabel 6

Web Yielding

gan nilai N = 65 mm dan B Bervariasi

Gambar 7.

Hubungan Lendutan vs Rn, untuk B = 200

mm dan N Bervariasi

Dimensi B = 200 mm

100000

200000

300000

400000

500000

600000

700000

1

2

3

4

5

6

Peralihan Arah Z (mm)

K

u

a

t

L

e

le

h

B

a

d

a

n

, R

n

(

N

)

N = 65 mm

N = 100 mm

N = 150 mm

190000

200000

210000

0.60

0.65

0.70

Dimensi N = 65 mm

100000

200000

300000

400000

500000

600000

700000

1

2

3

4

5

6

Peralihan Arah Z (mm)

K

u

a

t

L

e

le

h

B

a

d

a

n

, R

n

(

N

)

B = 65 mm

B = 100 mm

B = 150 mm

190000

200000

210000

0.65

0.75

Gambar 8.

Hubungan Lendutan vs Rn, untuk N = 65

No

N

(mm)

B

(mm)

q

u1

(MPa)

Rn

(N)

Beda

(%)

4

65

65

108.80

459680

-14.01

5

65

100

71.60

465400

-15.43

6

65

150

48.40

471900

-17.04

No

N

(mm)

B

(mm)

q

u1

(MPa)

Rn

(N)

Beda

(%)

7

150

65

64.40

627900

-10.86

8

150

100

42.00

630000

-11.23

9

150

150

28.40

639000

-12.82