Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 1 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 1

77

H a l a m a n

RSA adalah salah satu teknik kriptografi dimana kunci untuk melakukan

enkripsi berbeda dengan kunci untuk melakukan dekripsi. Data transkrip

akademik mahasiswa merupakan salah satu data yang harus dijaga

keamanannya sehingga perlu diterapkan suatu teknik pengamanan dalam

penyimpanannya. Pada makalah ini akan dibahas proses enkripsi (penyandian

data) nilai transkrip akademik mahasiswa menggunakan algoritma RSA, lalu

akan dibahas proses melakukan dekripsi (pengembalian data asli), serta akan

dibahas pula proses pembangkitan kunci pada algoritma RSA ini. Kinerja yang

diukur dari algoritma RSA ini waktu komputasi serta kompleksitas memori yang

dibutuhkan dalam melakukan enkripsi dan dekripsi data. Sebuah perangkat

lunak berbasis LabVIEW dibangun untuk implementasi algoritma RSA ini. Hasil

pengujian menunjukkan bahwa algoritma RSA berhasil diimplementasikan

untuk pengamanan data transkrip akademik mahasiswa. Berdasarkan

pengujian diperoleh waktu komputasi algoritma RSA adalah sebesar 15625

mikrodetik. Sedangkan kompleksitas memori yang dibutuhkan algoritma RSA

sebesar 3908 bytes.

Kata kunci –Algoritma RSA, Algoritma Euclid, Cipher Block Chaining, Enkripsi,

Dekripsi

bidang

REKAYASA

STUDI DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA RSA

UNTUK PENGAMANAN DATA TRANSKRIP AKADEMIK MAHASISWA

TRI RAHAJOENINGROEM

MUHAMMAD ARIA

Jurusan Teknik Elektro

Universitas Komputer Indonesia

PENDAHULUAN

Masalah keamanan dan kerahasiaan data

merupakan hal yang penting dalam suatu

organisasi. Data yang bersifat rahasia terse-

but perlu dibuatkan sistem penyimpanan

dan pengirimannya agar tidak terbaca atau

diubah oleh orang-orang yang tidak bertang-

gung jawab, baik saat data tersebut tersim-

file

saat data tersebut dikirim melalui email.

Untuk menyimpan data tersebut agar benar-

benar aman, tentunya dilakukan sistem

pengamanan yang baik, yang bebas dari

jangkauan orang-orang yang tidak berhak,

baik bebas dari jangkauan secara fisik

maupun secara sistem. Untuk bebas secara

fisik, maka faktor orang sebagai penjaga

memegang

peranan

yang

penting,

sedangkan aman menurut sistem adalah

dokumen tersebut tersimpan dalam kondisi

yang tidak dapat dibaca oleh orang yang

tidak berhak. Apalagi jika data tersebut

berada dalam suatu jaringan komputer yang

terhubung/terkoneksi

dengan

jaringan

internet. Tentu saja data yang penting

tersebut tidak boleh diketahui apalagi

diubah oleh pihak yang tidak berwenang.

Untuk membangun sistem penyimpanan

data transkrip nilai mahasiswa yang hasil

simpanannya tidak dapat dibaca oleh orang,

dalam penelitian ini telah dikembangkan

model sistem pengamanan dengan proses

enkripsi dan dekripsi menggunakan algo-