Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 1 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

133

H a l a m a n

PERLUNYA AKUNTANSI SYARIAH DI

LEMBAGA BISNIS (KEUANGAN) SYARIAH

SRI DEWI ANGGADINI

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi Unikom

Islam sebagai suatu agama telah ditempatkan sebagai suatu pilihan

dan sekaligus ajarannya dijadikan pedoman dalam kehidupan umat manusia

yang memeluknya. Sehingga keberadaannya telah memberikan arahan dalam

pengembangan peradaban umat manusia, utamanya dalam bidang ilmu

pengetahuan dan teknologi. Maraknya pemikiran, diskusi dan pengkajian

tentang ekonomi Islam, telah berpengaruh besar terhadap pertumbuhan sistem

bisnis berdasarkan syariah pada umumnya dan lembaga keuangan syariah

pada khususnya. Keberadaan sistem demikian ini, telah banyak

dieksperimenkan di beberapa Negara, seperti : Iran, Pakistan dan Sudan, serta

Malaysia, dan belakangan ini Indonesia.

Islam adalah agama bersifat

terbuka,

yang

selalu

memberikan

keleluasaan kepada umatnya untuk berfikir

ke depan, dalam rangka mencapai tingkat

peradaban dan kemajuan yang lebih baik.

Salam seorang guru besar berkebangsaan

Amerika menulis dalam sebuah buku yang

“…the introduction of Arabic

Numerical greatly facilitated the growth of

accounting”.

bahwa Islam yang lahir dikawasan Arab

telah banyak memberikan sumbangan bagi

perkembangan dunia ilmu pengetahuan

dan teknologi, walaupun itu hanya berupa

notasi angka yang dikenal dengan angka

Arab, seperti angka 1, 2, 3, dan seterusnya

yang kita kenal sekarang ini. Angka-angka

semacam

ini

sangat

penting

bagi

operasional aktivitas kehidupan umat

manusia, seperti aktivitas akuntansi.

Akuntansi syariah telah lahir

semenjak dahulu kala. Barangkali sampai

saat ini, kita tidak habis pikir, bahwa ada

catatan sejarah ilmu pengetahuan yang

terlewatkan dalam pemikiran cendekiawan

muslim. Hal itu adalah darimanakah asal

double entry bookkeeping

dipakai dikalangan perusahaan dan para

pekerja

akuntansi.

Dimana

dalam

double

entry bookkeeping

abad ke-13. Catatan yang ada dan paling

double entry

bookkeeping

terakhir abad ke-13.

double entry bookkeeping

telah digunakan beberapa tahun sebelum-

nya dan dikuatkan dengan pernyataan She-

hata yaitu : “sesuatu pengkajian selintas

terhadap sejarah Islam menyatakan bahwa

akuntansi dalam Islam bukanlah meru-

pakan seni dan ilmu yang baru”, se-

benarnya bisa dilihat dari peradaban Islam

“Baitul

Mal”

yang berfungsi sebagai “Bendahara Ne-

gara” serta menjamin kesejahteraan sosial.

Masyarakat muslim sejak itu telah memiliki

bidang

EKONOMI