< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 2 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

134

H a l a m a n

“Kitabat al-

Amwal”

istilah akuntansi telah disebutkan dalam

beberapa karya tulis umat Islam. Tulisan

double entry

ditemukan oleh Lucas Pacioli di Italia pada

tahun 1949.

Ada beberapa sebab dan fackor

double entry

faktor tersebut adalah karena penyajian

pada periode sebelumnya tidak selengkap

yang terjadi pada masa itu. Littleton

double entry

permukaan karena waktu itu dapat

dipenuhi

persyaratannya,

yaitu

:

persyaratan yang berkaitan dengan

masalah

“materi”

dan

“bahasa”.

Persyaratan materi mencakupi pribadi,

modal,

perdagangan,

dan

kredit.

Sementara persyaratan bahasa, berkaitan

dengan tulisan, uang, dan perhitungan.

Kendatipun kedua persyaratan

tersebut telah dipenuhi secara baik, tetapi

keduanya

tidak

dapat

menjamin

double entry

pada masa itu. Bahkan dapat dikatakan

double entry

menjadi sesuatu hal yang penting pada

masanya. Hal ini disebabkan karena

“energi dan entitas” yang diperlukan

masih kurang.

Adapun faktor yang menyebabkan

terjadinya

percepatan

perkembangan

akuntansi hingga sekarang diantaranya

adalah :

Adanya motivasi awal yang memaksa

seseorang

untuk

mendapatkan

keuntungan besar. Dengan adanya

laba

maka

perlu

pencatatan,

pengelompokkan, dan pengikhtisaran

dengan cara sistematis dan dalam

ukuran moneter atas transaksi dan

kejadian yang bersifat keuangan dan

menjelaskan hasilnya.

Pengakuan

pengusaha

akan

pentingnya

aspek

sosial

yang

berkaitan

dengan

persoalan

maksimalisasi laba. Dalam hal ini,

pemimpin

perusahaan

harus

membuat keputusan yang menjaga

keseimbangan

antara

keinginan

perusahaan,

pegawai,

langganan,

supplier, dan masyarakat umum.

Bisnis dilakukan dengan peranan

untuk mencapai laba sebagai alat

untuk mencapai suatu tujuan bukan

akhir suatu tujuan. Dengan demikian,

akuntansi akan memberikan informasi

yang secara potensial berguna untuk

membuat keputusan ekonomi dan jika

itu diberikan akan memberikan

perluasan kesejahteraan sosial.

Percepatan

pertumbuhan

akuntansi tersebut tidak selamanya

memberikan jalan lurus. Hal ini terjadi

karena adanya anggapan yang berkaitan

dengan akuntansi itu sendiri. Anggapan

tentang

akuntansi

sebaga

ilmu

pengetahuan dan praktik yang bebas dari

(value free)

an sudah mulai digoyang keberadaannya.

Keadaan semacam ini semakin kuat

karena adanya kecenderungan perilaku

masyarakat yang terbawa oleh arus era

informasi dan globalisasi. Ciri utama dari

era informasi dan globalisasi adalah

adanya kecenderungan untuk melakukan

harmonisasi sesuatu.

Kemudian sejak tahun 1980-an,

mulai ada perhatian yang kuat dari para

peneliti

akuntansi

dalam

upaya

memahami akuntansi dalam pengertian

yang lebih luas. Pengertian diatas,

menunjukkan bahwa akuntansi tampak

seperti teknologi yang kelihatan konkrit,

tangible

dimana ia dipraktikan. Namun pada

akhirnya terjadi perubahan terhadap

keberadaan akuntansi. Akuntansi akhirnya

tidak lagi dipandang sebagai produk jadi

yang statis dari suatu masyarakat, tetapi

lebih sebagai produk yang selalu

mengalami perubahan setiap waktu

tergantung pada lingkungan dimana ia

hidup dan dipraktikan. Sebagaiman

Tricker secara tegas menyatakan, bahwa

“(bentuk) akuntansi sebetulnya tergantung

pada ideologi dan moral masyarakat.

Akuntansi tidak bebas nilai. Akuntansi

Sri Dewi Anggadini