< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

138

H a l a m a n

umumnya dan pembangunan ekonomi

pada khususnya. Kesemuanya dilakukan

dalam

rangka

menemukan

format

pembangunan dan perjalanan masyarakat

yang sesuai dengan kaidah-kaidah Al-

Qur’an dan As-Sunnah.

B. Urgensi Lembaga Bisnis (Keuangan)

Syariah

Lembaga bisnis Islami (syariah)

merupakan salah satu instrumen yang

digunakan untuk menegakkan aturan-

aturan ekonomi Islami. Sebenarnya, bisnis

secara syariah tidak hanya berkaitan

dengan larangan bisnis yang berhubungan

dengan,

seperti

masalah

alkohol,

pornografi, perjudian, dan aktivitas lain

yang menurut pandangan Islam seperti

tidak bermoral dan anti-sosial. Akan tetapi

bisnis secara syariah ditunjukkan untuk

memberikan sumbangan positif terhadap

pencapaian

tujuan

sosio-ekonomi

masyarakat yang lebih baik. Bisnis secara

syariah dijalankan untuk menciptakan

iklim bisnis yang baik dan lepas dari

praktik kecurangan.

Bisnis berdasarkan syariah di

negeri ini mulai tampak tumbuh.

Pertumbuhan itu tampak jelas pada sektor

keuangan. Dimana kita telah mencatat

tiga bank umum syariah, 78 BPR Syariah

dan lebih dari 2000 unit Baitul Mal wa

Tamwil. Lembaga ini telah mengelola

berjuta bahkan bermiliar rupiah dana

masyarakat sesuai dengan prinsip syariah.

Prinsip ini sangat berbeda dengan prinsip

yang dianut oleh lembaga keuangan non-

syariah. Adapun prinsip-prinsip yang

dirujuk adalah :

1. Larangan menerapkan bunga pada

semua bentuk dan jenis transaksi;

2. Menjalankan aktivitas bisnis dan

perdagangan

berdasarkan

pada

kewajaran dan keuntungan yang halal;

3. Mengeluarkan

zakat

dari

hasil

kegiatannya;

4. Larangan menjalankan monopoli;

5. Bekerjasama

dalam

membangun

masyarakat, melalui aktivitas bisnis

dan perdagangan yang tidak dilarang

oleh Islam.

C. Produk-produk Bank Syariah

Sesuai dengan fungsi dan jenis

dana yang dapat dikelola oleh Bank Islam

yang mengembangkan konsep bebas

bunga, selanjutnya melahirkan berbagai

macam jenis produk pengumpulan dan

penyaluran dana oleh Bank Islam. Sebagai

gambaran ringkas tentang produk-produk

Bank Islam tersebut dapat diurai sebagai

berikut :

1. Produk Pengumpulan Dana Bank Islam

Pelayanan

jasa

simpanan

atau

tabungan berupa simpanan atau

tabungan yang diselenggarakan adalah

bentuk simpanan atau tabungan yang

terikat dan tidak terikat atas jangka

waktu dan syarat-syarat tertentu dalam

penyertaan dan penarikannya.

Adapun

akad

yang

mendasari

berlakunya simpanan di Bank Islam

adalah :

a. Simpanan Wadiah, adalah titipan

dana yang tiap waktu dapat ditarik

pemilik atau anggota dengan cara

mengeluarkan

semacam

surat

berharga pemindah bukuan atau

transfer dan surat perintah bayar

lainnya. Simpanan yang berakad

wadiah ada dua yaitu : Wadiah

Amanah dan Wadiah Yadhomanah.

b. Tabungan Mudharabah, adalah

simpanan atau tabungan pemilik

dana yang penyetorannya dan

penarikannya

dapat

dilakukan

sesuai dengan perjanjian yang telah

disepakati sebelumnya.

Selain kedua jenis simpanan atau

tabungan tersebut, Bank Islam juga

mengelola dana ibadah seperti Zakat,

Infaq dan Shodaqoh (ZIS), yang dalam

hal ini Bank Islam dapat berfungsi

sebagai amil.

2. Produk Penyaluran Dana

Sri Dewi Anggadini