< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 7 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

139

H a l a m a n

Bank Islam bukan sekedar lembaga

kaungan yang bersifat sosial. Namun,

Bank Islam juga sebagai lembaga

bisnis dalam rangka memperbaiki

perekonomian ummat. Sesuai dengan

itu, maka dana yang dikumpulkan dari

masyarakat harus disalurkan dalam

bentuk pinjaman kepada masyarakat

yang membutuhkan.

Pinjaman yang dimaksud biasa disebut

dengan

pembiayaan.

Pembiayaan

adalah suatu fasilitas yang diberikan

Bank Islam yang kepada masyarakat

yang

membutuhkan

untuk

menggunakan

dana

yang

telah

dikumpulkan oleh Bank Islam dari

masyarakat yang surplus dana.

Ada berbagai jenis pembiayaan yang

dikembangkan oleh Bank Islam, yang

kesemuanya itu mengacu pada dua

jenis akad yaitu : Akad Syarikah dan

Akad Jual Beli.

Dari kedua akad ini dikembangkan

sesuai

dengan

kebutuhan

yang

dikehendaki oleh Bank Islam dan

nasabah. Diantara pembiayaan yang

sudah umum dikembangkan oleh Bank

Islam maupun lembaga keuangan

Islami lainnya adalah :

a. Pembiayaan Bai’u Bithaman Ajil

(BBA)

beli

adalah

suatu

perjanjian

pembiayaan yang disepakati antara

Bank Islam dengan nasabah,

dimana Bank Islam menyediakan

dananya untuk sebuah investasi

dan atau pembelian barang modal

dan

usaha

anggotanya

yang

kemudian proses pembayarannya

dilakukan secara mencicil atau

angsuran. Jumlah kewajiban yang

harus dibayarkan oleh peminjam

adalah atas harga barang modal

mark-up

b. Pembiayaan Murabahah (MBA).

Pembiayaan berakad jual beli,

pembiayaan

murabahah

pada

dasarnya merupakan kesepakatan

antara Bank Islam sebagai pemberi

modal

dan

nasabah

sebagai

peminjam.

Dimana

proses

pengembaliannya dibayarkan pada

c. Pembiayaan Mudharobah (MDA).

Pembiayaan dengan akad syirkah

adalah

suatu

perjanjian

pembiayaan antara Bank Islam dan

nasabah dimana Bank Islam

menyediakan

dana

untuk

peyediaan modal kerja sedangkan

peminjam berupaya mengelola

dana

tersebut

untuk

d. Pembiayaan musyarakah (MSA).

Pembiayaan dengan akad syirkah

adalah penyertaan Bank Islam

sebagai pemilik modal dalam suatu

usaha yang mana antara resiko

dan

keuntungan

ditanggung

bersama secara berimbang dengan

e. Pembiayaan Al-Qordhul Hasan (QH).

Pembiayaan dengan akad ibadah

adalah

perjanjian

pembiayaan

Melalui

produk-produk

yang

dihasilkan oleh Bank Islam dalam bentuk

produk

pengumpulan

dana

dan

penyaluran

dana

tersebut

dapat

dioperasikan sesuai dengan syariah Islam

yang

benar,

sehingga

mampu

mengantarkan kepada keridhoan Allah

semata.

D. Akuntansi

Syariah

Di

Lembaga

Keuangan Syariah

Sebagaimana telah diuraikan

sebelumnya, perubahan masyarakat telah

membawa

perubahan

yang

cukup

mendasar terhadap organisasi akuntansi.

Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri

hadirnya lembaga keuangan syariah pada

khususnya dan sistem bisnis Islam

(berdasarkan syariah) tentunya akan

mempengaruhi

dan

menentukan

Sri Dewi Anggadini