< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 9 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

141

H a l a m a n

si bule Eropa ini. “Gw minta rasio2

keuangan, mulai dari RoI, RoA sampe

RoIC, RoNA, semuanya loe unjukin ke gw

yach..!”, demikian sabda beliau. Sebagai

seorang akuntan lulusan STAN yang

belajar

Manajemen

Keuangan

dan

Akuntansi dari barat, Anda dengan

gapenya langsung menyusun semua

laporan keuangan dengan basis akuntansi

konservatif. Setelah ditunjukkan kepada

sang investor Eropa, beliau langsung

tersenyum sambil berkata, “Good.. good..

kamu orang sudah bekerja dengan baik..

Kamu orang saya kasih tambahan dana

biar

cari

rejekinya

makin joss…”.

Sukseslah kunjungan Anda ke Eropa,

tambahan dana dari sang Bule Eropa akan

segera cair dalam waktu yang tidak terlalu

lama.

Hari berikutnya Anda terbang ke

New York untuk menemui investor yang

kedua.

Sesampainya

disana,

Anda

langsung

memperlihatkan

proposal

tambahan dana dan laporan keuangan

yang Anda susun untuk bule Eropa

kemarin. “Hmm.. mantab juga elu orang

punya kinerja! Cuman sayangnya, gw

masih belum yakin tentang pengendalian

internal di perusahaan elu. Gw mau

dibikinin laporan internal control yang

compliant ama Sarbox!”, demikian respon

sang bule Amrik. Untung gw pernah belajar

Sarbox di D IV STAN, batin Anda. Akhirnya

disusunlah laporan pengendalian internal

yang memenuhi persyaratan standar

Sarbox,

kemudian

disampaikan

ke

investor bule Amrik. “Quite good!”, kata si

bule, “Control lu udah ok! Gw mau

nambahin modal..”. Dengan wajah penuh

cengirang kesuksesan, Anda pun pulang

dengan mengantongi tambahan modal

kerja lagi.

Di hari yang ketiga, dengan

menumpang jet perusahaan, Anda pun

berangkat ke Saudi untuk menemui syeikh

kaya yang memegang saham terbesar di

perusahaan Anda. Setelah ber-ahlan-wa-

sahlan dengan tuan rumah, Anda pun

dengan penuh percaya diri mengeluarkan

proposal tamabahan dana, laporan

keuangan (beserta analisis rasionya), dan

laporan pengendalian internal. “Hmm..

jadi uang ane selama ini sudah dikelola

dengan baik ya… Pengendalian intern juga

zain (mantab). Tapi ane mau tanya sama

ente, ini usaha sudah halal belum?”, sang

syeikh pun tanpa basa basi langsung

meminta kejelasan. Waduh pegimane nih..

pikir Anda. Karena sudah terlatih untuk

tidak kehabisan akal, Anda pun langsung

memerintahkan

anak

buah

untuk

mempersiapkan

laporan

keuangan

berbasis

akuntansi

syariah,

semua

pendapatan akrual dibabat abis jadi

berbasis kas. Semua akad kontrak

dilampirkan untuk menunjukkan tidak ada

pelanggaran syariat. Dihaturkanlah semua

laporan itu ke hadapan syeikh Raja

Minyak. “Thoyyib.. thoyyib.. kalo begini ane

mau ngucurin fulus lagi buat ente..”

DAFTAR PUSTAKA

Jogiyanto Hartono, 1999, “Pengenalan

Komputer”, Andi Yogyakarta :

Yogyakarta

Muhammad, 2002, “Pengantar Akuntansi

Syariah”, Salemba Empat : Jakarta

http://www.google.com/produk

s

Sri Dewi Anggadini